Breaking News:

Jelang Lebaran, Omzet Penjualan Kue Kering di Medan Terjun Bebas

Kue yang paling banyak diminati yaitu kue nanas dan kue bangkit. Dalam dua Minggu ia jualan biasanya mampu laku hingga 150 kilogram.

Fredy / Tribun Medan
Seorang pedagang kue kering di Pasar Simpang Limun, Medan Sumatera Utara, sedang menunggu pembeli pada (30/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Menjelang lebaran biasanya pedagang kue meraup keuntungan berlipat seiring permintaan kue sedang ramai-ramainya.

Namun kondisi itu berubah drastis semenjak virus Corona mulai mewabah di Indonesia. Penjualan kue kini tak semanis rasanya.

Dewi, salah satu pedagang di pasar Simpang Limun Medan, mengeluhkan kondisi penjualannya. Ia yang biasanya mendapatkan banyak keuntungan, kini meringis karena penjualannya terjun bebas.

Dewi menceritakan kalau dua tahun belakangan penghasilannya terus merosot. Ia yang berjualan kue khusus disaat momen lebaran terpaksa mengurangi stok penjualannya.

Kalau sebelum-sebelumnya ia menyediakan stok penjualan hingga 150 kilogram per jenis kue, kini dikurangi setengah dari itu.

"Sepi kali sekarang, kalau Sebelum Corona lumayan kali. Sekarang ini kacau makanya stok dikurangi," kata Dewi saat ditemui di Pasar Simpang Limun, Medan, Sumatera Utara pada Sabtu (30/4/2021).

Dewi sudah 26 tahun menjajakan kue. Ia mengatakan penjualannya merosot hingga 50 persen.

Pada tahun-tahun sebelumnya ia bisa mendapatkan omzet hingga 30 juta rupiah, kini setengahnya pun tidak bisa ia dapatkan.

Penurunan omzet penjualan ia rasakan sudah dua kali ini, saat lebaran tahun 2020 dan saat lebaran tahun 2021 ini.

Kue yang ia jajakan pun bervariasi. Ada berbagai macam yakni, kue nastar, kue bangkit kue salju dan masih banyak jenis kue kering lainnya.

Halaman
12
Penulis: Fredy Santoso
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved