Breaking News:

Viral Medsos

KETIKA Bobby Pecat Kadisnya, Gubernur Edy Rahmayadi: Itu Wewenang Kepala Daerah Memilih Pejabatnya

Romo H.R Muhammad Syafi'i menuliskan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution dituding sudah ketularan kebiasaan bohong.

Editor: Abdi Tumanggor
HO/TRIBUN
Romo, Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution 

"Saya sudah ingatkan berkali-kali soal Covid-19 ini dan telah jadi program utama kita untuk segera diselesaikan. Sejak awal-awal saya dilantik masalah kesehatan juga sudah jadi persoalan yang menumpuk," ujar Bobby saat melakukan sidak ke Kantor Lurah Sidorame Timur, Jumat (23/4/2021).

Menurut Bobby, pencopotan Kadis Kesehatan Kota Medan merupakan upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Medan.

"Ini sebenarnya untuk percepatan agar masalah Covid-19 bisa segera tertangani. Penanganannya bisa lebih baik lagi," tambahnya.

Bobby mengatakan bahwa pencatatan data dan penanganan Covid-19 di Kota Medan masih belum maksimal meskipun ia sudah meminta Dinkes untuk melakukan pendataan dengan tepat.

"Kita sudah instruksikan untuk pendataan dan penanganan yang cepat dan tepat. Tapi hasilnya masih kurang memuaskan," katanya.

Tanggapan Gubernur Edy Rahmayadi

Aksi saling sindir Bobby Nasution dan Romo Syafii mendapat perhatian dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. 

Ia mengutarakan agar keduanya tak usah ribut di media sosial terkait pencopotan kadis kesehatan Kota Medan tersebut.

"Wewenang wali kota lah. Kalau ada masukkan anggota DPR yah boleh di dengar," ujar Edy Rahmayadi dikutip dari Kompas TV.

Edy pun menjelaskan bahwa memberhentikan atau memilih kepala dinas itu adalah wewenang kepala daerah yang dipilih oleh rakyat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved