Breaking News:

Viral Medsos

Nurhadi Aldo (Nurhadi Dildo) Ditangkap Polisi, Kapolres Kudus: Masih Diperiksa Sebagai Saksi

Nurhadi Aldo atau juga dikenal sebagai Nurhadi Dildo diamankan Polres Kudus pada Senin (26/4/2021) malam.

Editor: Abdi Tumanggor
Facebook/Dildoforindonesia
Poster pasangan capres guyonan yang viral 

TRIBUN-MEDAN.COM - Nurhadi Aldo atau juga dikenal sebagai Nurhadi Dildo diamankan Polres Kudus pada Senin (26/4/2021) malam.

Nurhadi diringkus polisi setelah dirinya membuat lelucon tentang kapal selam yang tak senonoh di tengah suasana duka karena tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Lelucon tak senonoh itu diunggah Nurhadi di medi sosial (medsos) miliknya.

Ia ditangkap petugas Polres Kudus di rumahnya sekitar, sekira pukul 22.00 WIB.

Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma, telah menjemput pelaku unggahan kontroversial tersebut pada hari Senin.

KRI Nanggala-402
KRI Nanggala-402 (facebook)

"Semalam kami amankan sekitar pukul 10 malam," jelas dia, saat ditemui di Mapolres Kudus, Selasa (27/4/2021).

Aditya menjelaskan, pihaknya masih meminta keterangan kepada pelaku terkait alasannya mengunggah postingan mengenai tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 tersebut.

‎Sehingga, Nurhadi masih diperiksa sebagai saksi dan belum ditetapkan menjadi tersangka ujaran kebencian.

"Ini masih kami periksa, belum menjadi tersangka," katanya.

Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma (dua dari kanan), saat gelar perkara ihwal unggahan kontroversial Nurhadi Aldo terkait kapal selam di Mapolres Kudus, Selasa (27/4/2021).
Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma (dua dari kanan), saat gelar perkara ihwal unggahan kontroversial Nurhadi Aldo terkait kapal selam di Mapolres Kudus, Selasa (27/4/2021). (Tribunpantura.com/Raka F Pujangga)

Kapolres Kudus menjelaskan, berdasarkan keterangan pelaku unggahan tersebut dilakukan hanya untuk bercanda.

"Alasannya berdasarkan keterangan pelaku bercanda," ujar dia.

Pelaku terancam hukuman penjara enam tahun penjara, sesuai pasal 28 undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE).

Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David menjelaskan, akan meminta pendapat ahli bahasa terkait unggahan yang ditulis Nurhadi di media sosial.

"Nanti kami akan meminta pendapat ahli bahasa terkait unggahan yang ditulis Nurhadi," ujar dia.

‎Diketahui sebelumnya, dalam postingan pada hari Minggu (25/3/2021) kemarin itu menimbulkan reaksi beragam‎.

Nurhadi menuliskan 'Wadoo knapa kapal selam tenggelam ya. Wadoo knapa pula anda tenggelam dalam selangkangan dan di dalam isi kutang ya'.

‎Meskipun postingan itu sudah dihapus sejak kemarin sore, namun rekaman gambar itu sudah terlanjur menyebar di media sosial.

‎Bahkan, dalam sebuah akun instagram infokomando yang diposting Senin (26/4/2021). Nurhadi juga diminta untuk membuat permohonan maaf.

"Kepada marinir seluruh Indonesia, TNI Angkatan Laut terutama, saya Nurhadi dan keluarga memohon maaf sebesarnya."

"Dan untuk keluarga yang terkena musibah semoga diberikan ketabahan, kesadaran dan tawakal‎," kata Nurhadi, dalam video itu.‎

Berikut video permintaan maaf Nurhadi:

Baca juga: INILAH 7 Akun yang Berkomentar Negatif Terkait Musibah KRI Nanggala-402, Dua Orang Telah Ditangkap

Baca juga: Hujat Korban KRI Nanggala-402, Aipda F Digeruduk Prajurit TNI AL, Kini Ditahan dan Terancam Dipecat

Kapolri Listyo Sigit Tawarkan Anak Prajurit Awak Nanggala 402 Jadi Polisi

Pemerintah melalui Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menggelar upacara penganugerahan tanda kehormatan dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) terhadap prajurit awak KRI Nanggala 402 di Hanggar Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021).

Menhan selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah perwira tinggi TNI-Polri. 

Usai upacara, Sigit menyempatkan diri untuk mendatangi satu per satu para keluarga atau perwakilan dari awak Nanggala 402.

Hal itu dilakukan untuk memberikan kekuatan dan dukungan moril.

Sebagai bentuk penghormatan, Sigit menawarkan kepada anak-anak dari keluarga prajurit awak Nanggala 402 untuk bergabung menjadi aparat kepolisian. 

"Kepada bapak dan ibu yang mempunyai putra-putri yang akan mengabdi di kepolisian akan difasilitasi," kata Sigit dalam keterangannya, Kamis (29/4/2021), yang dikutip dari Tribunnews.com.

Menurut Sigit, seluruh keluarga awak Nanggala 402 merupakan bagian dari Polri.

Sebab itu, diharapkan keluarga tidak perlu sungkan untuk menyampaikan hal-hal yang perlu dibantu oleh aparat kepolisian. 

"Kalau ada permasalahan atau kesulitan berkaitan dengan surat-surat yang diperlukan akan dibantu, sampaikan saja saya dari keluarga besar Kapal Nanggala 402, seperti surat kehilangan, STNK, dan lainnya," ujar Sigit. 

Diketahui, kapal selam KRI Nanggala 402 yang membawa 53 awak kapal dinyatakan tenggelam di perairan utara Pulau Bali.

Proses pencarian pun dilakukan maksimal oleh Pemerintah Indonesia, instansi terkait dan bantuan dari negara lain.

Baca juga: Kapal Selam Misterius Ditangkap AS, Hingga Kapal Selam China Mendadak Muncul di Dekat Kapal Induknya

Baca juga: TEREKAM: Video Awan di Bali Disebut Mirip Kapal Selam KRI Nanggala-402

Baca juga: INILAH Penampakan KRI Nanggala-402 Terbelah Tiga di Kedalaman 830 Meter, Seluruh Kru Kapal Gugur

Baca juga: TERKAIT KRI Nanggala-402, Citra Satelit Ada Gelombang Besar Menghantam hingga Tenggelam dengan Cepat

Artikel ini telah tayang di Tribun-Pantura.com dengan judul Bikin Lelucon Kapal Selam di Medsos, Nurhadi Aldo Ditangkap, lalu Unggah Video Minta Maaf ke TNI

(Tribun-Pantura.com/Raka F Pujangga)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved