Breaking News:

BERITA FOTO Balon Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasyid Siap Berkolaborasi Dengan Pemerintah

Arsjad yang juga Bakal Calon Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026 mengatakan bahwa saat ini investasi sangat penting

TRIBUN MEDAN
Dari kiri, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Investasi/BKPM Republik Indonesia Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid, mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Ivan Iskandar Batubara, memberikan santunan kepada anak yatim pada Buka Puasa Bersama Kadin Sumut di Hotel Adimulia, Medan, Sumatera Utar, Jumat (30/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid melakukan kunjungan ke Sumatera Utara, Jumat (30/4) petang.

Dalam kunjungannya ke Sumut, Arsjad Rasjid langsung disambut oleh Ketua Umum Kadin Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara, Ketua Kadin kabupaten dan kota serta steakholder lainnya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid menyampaikan pidatonya pada Buka Puasa Bersama Kadin Sumut di Hotel Adimulia, Medan, Sumatera Utar, Jumat (30/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid menyampaikan pidatonya pada Buka Puasa Bersama Kadin Sumut di Hotel Adimulia, Medan, Sumatera Utar, Jumat (30/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Tidak hanya itu, kedatangannya dalam Safari Ramadan sekaligus Silaturrahmi itu juga dihadiri oleh Menteri Investasi/BKPM Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia yang baru dilantik dan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.

Arsjad yang juga Bakal Calon Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026 mengatakan bahwa saat ini investasi sangat penting, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

"Investasi itu adalah modal yang di mana untuk menjalankan roda ekonomi jadi penting sekali. Makanya, industri perdagangan tidak bisa berjalan tanpa adanya investasi. Jadi, sangat terkait antara investasi, perdagangan dan perindustrian," katanya kepada wartawan di Medan.

Dirinya juga berharap bahwa untuk itu semua sangat penting kolaborasi di antara Kadin dan pemerintah. "Sangatlah penting itu dilakukan, apalagi karena keadaan ini lagi berat sekali, pandemi harus tetap kita atasi tapi gimana kita lanjutkan ekonomi," ucapnya.

Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Ivan Iskandar Batubara (dua kanan) memakaikan kain tradisional khas Sumut kepada Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid (kanan), disaksikan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kiri) dan Menteri Investasi/BKPM Republik Indonesia Bahlil Lahadalia (dua kiri) pada Buka Puasa Bersama Kadin Sumut di Hotel Adimulia, Medan, Sumatera Utar, Jumat (30/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Ivan Iskandar Batubara (dua kanan) memakaikan kain tradisional khas Sumut kepada Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid (kanan), disaksikan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kiri) dan Menteri Investasi/BKPM Republik Indonesia Bahlil Lahadalia (dua kiri) pada Buka Puasa Bersama Kadin Sumut di Hotel Adimulia, Medan, Sumatera Utar, Jumat (30/4/2021).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Arsjad juga menjelaskan bahwa, untuk mewujudkan itu semua perlu kolaborasi antara pemerintah dengan Kadin yang di mana mereka bersama untuk mendesain insentif-insentif untuk setiap industri yang berbeda-beda karena tantangannya berbeda.

"Begitu juga dengan daerah, setiap daerah mempunyai kekayaan alam yang berbeda, nah disinilah penting untuk mendesain suatu insentif yang berbeda-beda. Nah saya katakan, obat itu tidak bisa menyelesaikan semua nya tapi setiap obat untuk setiap permasalahan," jelasnya.

Terkait kendala para pengusah dimasa pandemi Covid-19, menurut Arsjad bahwa pengusaha harus selalu berusaha, karena para pengusaha tidak boleh yang namanya patah hati atau patah harap. Karena seorang pengusahaan harus tahu memberikan harapan kepada diri sendiri dan memberikan harapan untuk pekerjanya.

"Jadi tidak ada masalah, saya melihat semuanya tantangan, karena roda ekonomi itu stop jadi kita perlu bekerjasama dengan agar pemerintah bisa mengerti obat apa yang cocok untuk pengusaha di industri yang berbeda-beda," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Risky Cahyadi
Editor: Risky Cahyadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved