Breaking News:

Berkaca dari Tahun Lalu dan Kejadian di India, Sebaiknya Urungkan Niat Anda untuk Mudik Tahun Ini

Saat ini menjadi tahun kedua kita menyambut tradisi mudik di tengah wabah virus terbesar dalam sejarah manusia.

Editor: Abdi Tumanggor
HO
IMBAUAN LARANGAN MUDIK: Pihak Kepolisian Lalu Lintas membagikan brosur soal larangan mudik, Sabtu (17/4/2021). Hal itu mengantisipasi sebaran virus Corona yang sebelumnya sudah mulai ditekan angka penyebarannya. 

Belajar dari kejadian tahun lalu dan dari kejadian di India soal Covid-19, kali ini selayaknya kita perlu mempertimbangkan kembali mudik Libur Lebaran tahun ini, mengingat dampak positif yang dihasilkannya.

TRIBUN-MEDAN.COM - Idul Fitri atau Hari Raya Lebaran memang tidak bisa dipisahkan dengan mudik. Namun, sepertinya dengan keadaan kali ini memang harus dipisahkan.

Saat ini menjadi tahun kedua kita menyambut tradisi mudik di tengah wabah virus terbesar dalam sejarah manusia.

Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan aturan pelarangan mudik, juga untuk kedua kalinya.

Hanya bedanya dengan tahun lalu, kali ini pemerintah tampak lebih sigap: buru-buru melarang sejak awal bulan Ramadan – semula diberlakukan antara 6-17 Mei, kemudian rentang waktunya diperpanjang mulai 22 April hingga 24 Mei.

Tujuannya jelas: mencegah naiknya angka transmisi, yang biasanya selalu melonjak acap kali pasca-liburan panjang, sebagaimana terjadi pada awal tahun 2021.

Ambil contoh, pada 27 Januari 2021, sebulan setelah libur panjang Tahun Baru, kasus positif di Indonesia mencapai rekor lebih dari satu juta jiwa orang.

Padahal sebulan sebelumnya, sekitar akhir Desember 2020 angkanya masih berkisar 600-an ribu.

Kesigapan pemerintah itu patut digarisbawahi, khususnya mewaspadai penyebaran beberapa varian baru hasil mutasi virus corona seperti virus corona B117, yang sering lebih menular ketimbang "induk" Sang Virus

Juga, yang sangat mengerikan, adalah bencana lonjakan angka penularan di India, sampai-sampai pasien harus dirawat di tepi jalan di luar rumah sakit, berhubung fasilitas kesehatan negeri Sungai Gangga itu tak lagi bisa menampung mereka.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved