Breaking News:

Danlanal Tanjungbalai Asahan Ungkap Sosok Letkol Laut (P) Irfan Suri Korban KRI Nanggala 402

Kami di sekitar dua bulan lalu baru menyelesaikan tugas kami di perkuliahan. Kami terakhir jumpa saat sidang S2

HO / Tribun Medan
Kiri (dalaman Kotak-kotak) Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, Kanan (dalaman merah muda) Letkol Laut (P) Irfan Suri saat menjalani sidang untuk mengambil gelar magister di Universitas Trisakti Jakarta 

TRIBUN-MEDAN.com - ASAHAN - Letkol Laut (P) Irfan Suri yang merupakan Kepala Seksi (Kasi) Sistem Senjata Kendali Material Indera dan Kendali Senjata (Sissendal Matindalsen) Dinas Material Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) di KRI Nanggala-402 ternyata baru mendapatkan gelar magister dari Universitas Trisakti Jakarta.

Hal itu diungkapkan oleh Komandan Pangkalan Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan (Danlanal TBA) Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory saat dijumpai oleh Tribun-Medan.com, Sabtu(1/5/2021) yang menjadi rekan satu angkatan di kampus dengan Irfan. 

"Kami di sekitar dua bulan lalu baru menyelesaikan tugas kami di perkuliahan. Kami terakhir jumpa saat sidang S2. Beliau mengambil Master Logistik di Universitas Trisakti," kata Robinson. 

Irfan memiliki peran besar yang cukup membantu Robinson dalam perkuliahan. "Karena covid-19 inikan saya susah untuk terbang ke Jakarta, jadi kami kuliah daring, tugas-tugas atau laporan beliau yang membantu saya," kata Danlanal TBA itu.

Meskipun Irfan Junior Robinson saat masih taruna, namun ia merasa tidak ada rasa senioritas dan menyatu seperti rekan dan saudara.

"Dia itu orangnya suka ketawa, walaupun saya seniornya kami tidak ada memberikan batas dan jarak. Waktu kuliah itu, kami selalu ketawa kalau dia sudah ngomong," katanya.

Namun, saat dapat kabar bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam, kesedihan terasa dan membuat satu angkatan kampus berduka.

"Sempat belum percaya, karena merekakan tugas. Mungkin penyelaman tersebut adalah tugas dari mako. Namun setelah beberapa jam kemudian, saya cari tahu, dan ternyata benar. KRI Nanggala hilang kontak," ujarnya sembari menundukkan kepalanya.

Katanya, setelah mengetahui hal tersebut, seluruh mahasiswa langsung berduka dan merasa kehilangan sosok yang sangat riang.

Ia mengatakan bahwa Irfan merupakan sosok mahasiswa terbaik dan sangat disiplin dalam belajar.

"Saya selalu terhibur dengannya. Sekali ngomong namun banyak ketawanya. Itulah dia Irfan," kata Robinson sambil tertawa kecil mengenang masa-masa sekolah.

(CR2/TRIBUN-MEDAN.COM)

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved