Longsor di Batangtoru
Kesulitan Mencari Korban Longsor PLTA Batangtoru, BPBD Kerahkan Anjing Pelacak
Untuk jumlah korban, ia mengatakan belum bisa memastikan secara pasti karena tidak ada saksi mata saat kejadian.
Penulis: Fredy Santoso |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara masih terus berupaya melakukan evakuasi korban longsor di area PLTA Kecamatan Batang Toru.
Hingga kini, Sabtu (1/5/2021), proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Sudah dua hari ini baru 3 korban yang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia yakni, pada Jumat (30/4/2021).
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sumut M. Mahfullah P Daulay, mengaku tim kesulitan mencari para korban karena medan yang berat.
Ia menjelaskan tinggi material longsor menjadi salah satu faktor susahnya menemukan korban lainnya.
Bahkan, untuk mempercepat pencarian, BPBD dibantu kepolisian mengerahkan anjing pelacak untuk mendeteksi lokasi para korban yang tertimbun.
"Saat ini masih sedang berlangsung penggalian menggunakan alat berat. Anjing pelacak pun juga digunakan untuk membantu pencarian," katanya saat dihubungi melalu telepon seluler pada Sabtu (1/4/2021).
Untuk jumlah korban, ia mengatakan belum bisa memastikan secara pasti karena tidak ada saksi mata saat kejadian.
Meski demikian, ia memperkirakan jumlah korban mencapai belasan orang.
Hingga kini, BPBD bersama tim gabungan dari TNI-Polri, SAR masih melakukan evakuasi menggunakan alat berat untuk menyingkirkan timbunan longsor yang diperkirakan mencapai sepuluh meter.
"Tinggi timbunan belum bisa saya pastikan. Makanya terus diupayakan penggalian menggunakan alat berat," tutupnya.
(cr25/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tim-gabungan-dari-tni-polri-bpbd-dan-juga-tim-sar-cc.jpg)