Breaking News:

News Video

Kongres Ke XI Hikmahbudhi, Jokowi Sampaikan Persatuan Dan Kerukunan Lintas Agama

Jokowi mengatakan persatuan dan kerukunan lintas agama, lintas etnis harus terus dijaga.

Laporan Wartawan Tribun Medan/Edi Sidauruk

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Jokowi mengatakan persatuan dan kerukunan lintas agama, lintas etnis harus terus dijaga.

Hal ini ia sampaikan secara virtual pada pembukaan kongres ke-XI Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia (Hikmahbudhi) yang digelar di LePolonia Hotel and Convention Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan pada Sabtu 1/5/2021.

Iya mengatakan hal mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak boleh ada lagi yang terkoyak. Persatuan dan kerukunan lintas agama, lintas etnis harus terus dijaga.

Begitu juga toleransi kelompok masyarakat harus terus ditingkatkan.

Pancasila sebagai bingkai dan dasar negara yang mempersatukan seluruh masyarakat indonesia harus terus diperkokoh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Semarak Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 dalam bingkai NKRI harus terus diperkokoh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Jokowi dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan pemuda agar ikut berperan melawan situasi situasi saat ini. Dunia menghadapi banyak tantangan dan perubahan yang cepat di segala bidang.

Tantangan dan perubahan yang cepat tersebut ia katakan harus mampu dimanfaatkan para pemuda agar mampu mendahului negara-negara lain.

Ia juga mengatakan hal itu pasti tidak mudah, perlu mengembangkan cara kerja baru yang dilandasi dengan pondasi yang kokoh dan pemanfaatan teknologi terbaru.

"Inilah kesempatan bagi kita untuk memanfaatkan agar kita bisa mendahului negara-negara lain. Upaya ini tentu tidak mudah kita harus mengembangkan cara-cara kerja baru yang dilandasi dengan pondasi. Kita harus mampu membangun incorporate Indonesia yang bersatu padu menghadapi tantangan," ungkapnya.

Ari Sutrisno Ketua Umum PP Hikmahbudhi dalam sambutannya mengatakan mengapresiasi solidaritas masyarakat indonesia yang saling bahu-membahu membantu pemerintah untuk mengatasi persoalan Covid-19.

Ia juga menyampaikan kritik kepada pemerintahan tentang pengalokasian anggaran, apakah sudah tepat sasaran. Perlu dialog dan keterbukanan pemerintah, serta pemaparan data.

"Apakah sudah tepat sasaran ?; Apakah sudah cukup efektif membantu rakyat yang sedang kesusahan hari ini ?; Menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tentu diperlukan dialog serta paparan data sehingga pertanyaan-pertanyaan di atas jadi objektif dan menjadi nilai yang kita harus sikapi," ungkap Ari.

(cr6/tribun-medan.com)

Penulis: Kristen edi sidauruk
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved