Breaking News:

Larangan Mudik Membawa Berkah, Pedagang Parcel Kisaran Kebanjiran Pesanan Via Online dari Perantau

"Kami buka delivery, jadi pesannya melalui medsos, bayarnya ditransfer, kemudian barangnya kami antar," ujarnya.

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Lie Chen, Pedagang Parcel Kisaran yang kebanjiran pesanan semenjak covid-19 

TRIBUN-MEDAN.com - ASAHAN - Akibat pandemi yang belum usai, Presiden Republik Indonesia, Jokowi Dodo memutuskan agar mudik tahun 2021 di tiadakan dan diharapkan untuk stay at home.

Akibat hal tersebut, seorang pemilik toko parcel di Kisaran, Kabupaten Asahan, Lie Chen (44) malah mengais keuntungan dari pandemi covid-19 yang saat ini terjadi.

Lie Chen mengaku banyak pesanan parcel masuk melalui via online dan berasal dari luar kota.

"Meskipun keuntungan tidak sebesar dari tahun-tahun sebelumnya seperti sebelum corona, tapi alhamdulillah tetap ada," kata Lie Chen, Sabtu(1/5/2021).

Katanya, pesanan parcel itu tetap ada karena larangan mudik yang dilarang oleh Pemerintah Indonesia.

"Semenjak larangan mudik ini, kami membuka pesanan via online, orang-orang yang luar daerah tidak bisa mudik memesan melalui via online," katanya.

Lanjutnya, yang biasa hanya meladeni seputar Kabupaten Asahan, namun kini mendapatkan pesanan untuk ke Batubara dan Tanjungbalai.

"Kami buka delivery, jadi pesannya melalui medsos, bayarnya ditransfer, kemudian barangnya kami antar," ujarnya.

Katanya, dibanding dengan tahun sebelumnya, tahun ini sangat lebih untung. "Lebih untung dibanding tahun sebelumnya," katanya.

Ia mengaku pesanan parcel akan lebih tinggi bila H-7 lebaran idul fitri.

(CR2/TRIBUN-MEDAN.COM)

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved