Breaking News:

Longsor di Batangtoru

Longsor Timbun 12 Orang, Walhi Sumut Minta Proyek PLTA Batangtoru Dihentikan

Walhi Sumut mendesak agar proyek PLTA Batangtoru dihentikan sementara waktu mengingat bencana longsor yang terjadi menimbilkan 12 korban jiwa

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
HO
Petugas gabungan saat mengevakuasi jenazah korban longsor di areal PLTA Batangtoru, Jumat (30/4/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumut meminta agar pembangunan PLTA Batangtoru dihentikan.

Sebab, menurut Walhi Sumut, lokasi pembangunan PLTA itu merupakan kawasan rawan bencana.

Apalagi, jika proyek pembangunan PLTA Batangtoru terus dipaksakan, dikhawatirkan pembangunannya akan menimbulkan bencana alam yang lebih besar lagi.

"Stop pembangunan di wilayah rawan bencana, evaluasi proyek-proyek yang beroperasi di landscape Batangtoru, usut tuntas bencana longsor yang terjadi di areal proyek PLTA Batang Toru," kata Direktur Walhi Sumut Doni Latuparisa dalam keterangan persnya, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS Pedagang Wanita Cegat Mendag, Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan, Mana Janji Bapak

Doni Latuparisa mengatakan, bahwa wilayah tersebut merupakan daerah yang memiliki kontur tanah yang labil, sehingga rawan dengan adanya gempa bumi.

Selain itu, area pembangunan PLTA Batangtoru juga termasuk wilayah zona merah dekat patahan, sehingga pembangunan yang berlanjut akan menimbulkan bencana ekologis baru yang akan berdampak pada sosio-ekologis masyarakat.

Lebih lanjut Doni menjelaskan, jika longsor yang terjadi pada Kamis (29/4/2021) kemarin bukan kali pertama.

Ia mengatakan kejadian serupa sebelumnya sudah pernah terjadi pada Desember 2020 yang menyebabkan hilangnya operator ekskavator.

Baca juga: WN China Korban Longsor di Areal PLTA Batangtoru, BNPB Pastikan Upaya Pencarian Tetap Berjalan

Doni mengatakan, Walhi Sumut menuntut pemerintah agar mengusut tuntas bencana yang terjadi di PLTA Batangtoru dan meminta pemerintah untuk mengevaluasi ulang proyek yang beroperasi di daerah Batangtoru tersebut.

Selain itu, dia juga meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki tata kelola perizinan proyek yang ada.

Bahkan, Doni menilai kalau pembangunan yang dilakukan oleh PT NSHE sangat minim dengan mitigasi bencana.

Dalam analisis yang dilakukan, Walhi Sumut mendapatkan beberapa temuan yang tidak tertuang secara detail di dokumen, salah satunya terkait Mitigasi Bencana dalam pembangunan PLTA Batangtoru.

"Pembangunan PT NSHE Minim Mitigasi kebencanaan," tutupnya.

Baca juga: Tumpas KKB, Jokowi Kirim Pasukan Setan ke Papua, Berikut Sederet Prestasi Elite Tempur Tersebut

Diberitakan sebelumnya, longsor yang terjadi di kecamatan Batang Toru memakan korban jiwa.

Tiga orang korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. 

Sementara itu belasan lainnya masih terjebak dalam material longsor.

Menurut laporan, satu di antara korban yang tertimbun merupakan warga negara (WN) China.

WN China itu adalah pekerja PT Shiny Hydro.(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved