Breaking News:

Kunjungan Mendag di Medan

Mendag dan Gubernur Akui Daya Beli Masyarakat Menurun Dampak Pandemi Covid-19

Setelah melakukan kunjungan ke Pasar Kapuas di Belawan, Mendag dan Gubernur pergi ke Pasar Raya MMTC

TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Mendag M Lutfi dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat berdialog dengan pedagang di Pasar MMTC, Jalan Willem Iskandar, Sabtu (1/5/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tidak hanya ke Pasar Kapuas Belawan, namun juga ke Pasar Raya MMTC di Jalan Williem Iskandar/ Pancing, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (1/5/2021).

Dalam peninjauan kedua itu, selain didampingi Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, turut hadir  Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar, Sekretaris Jenderal
Kemendag Suhanto, dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra.

Sama seperti di Pasar Kapuas Belawan, Lutfi juga turut lega lantaran harga di Pasar MMTC tidak mengalami anomali harga. 

Baca juga: BREAKING NEWS Pedagang Wanita Cegat Mendag, Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan, Mana Janji Bapak

Adapun untuk komoditas harga cabai merah Rp 20 ribu per kg, cabe rawit Rp 35 ribu per kg, cabe hijau seharga Rp 16 ribu- Rp 17 ribu per kg, bawang merah Rp 25 ribu per kg dan bawang putih Rp 24 ribu.

Kemudian untuk komoditas daging sapi pekan ini berada di harga Rp 125 ribu- Rp 130 ribu per kg dan harga daging ayam sebesar Rp 30 ribu per kg.

Dikatakan Lutfi, selama Ramadan dan jelang Idul Fitri diharapkan harga kebutuhan pokok dapat berjalan secara stabil agar masyarakat dapat memiliki daya beli.

"Kita juga mendengarkan dari pak Gubsu untuk kita jaga semuanya agar mata rantai Covid-19 bisa terputus dan supaya dapat menggerakkan perekonomian,"

"Jadi salah satu yang kita ambil di sini adalah karena memang harga stabil, salah satunya daya beli masyarakat masih terganggu. Jadi kestabilan harga menjadi sangat penting, ini akan kita jaga sama-sama," ungkap Lutfi.

Baca juga: Kunjungi Pasar Kapuas Belawan, Ini Janji Mendag pada Pedagang Bersama Gubernur dan Wali Kota

Senada disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Katanya, daya beli masyarakat memang menurun.

Namun begitu, dia berharap hasil pertanian para petani bisa dapat segera diserap agar pergerakan ekonomi di pasar tetap dapat berputar.

"Memang kondisi ekonomi akibat Covid-19 itu terganggu. Ini kita akan lakukan penyerapan dengan segera di tengah masyarakat agar uang ini bisa masuk ke Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun APBN," kata Edy.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra mengatakan pihaknya terus memantau harga dan pasokan bahan pokok (bapok) secara nasional.

Baca juga: Mendag Puji Kestabilan Harga Komoditas di Sumut, Pedagang Justri Ngeluh Dagangannya Sepi

Selain itu, Kemendag juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pengusaha bapok agar harga dan pasokan tetap stabil.

"Kami sebelum puasa sudah koordinasi untuk bahan pokok dan semua supply dari mulai beras, gula, minyak goreng, sehingga betul-betul kita pantau harga stabil,"

"Kita juga sudah keliling beberapa provinsi dan semuanya stabil bahkan cenderung turun seperti Sumut dan Jawa Timur jadi secara keseluruhan bagus," pungkas Syailendra.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved