Breaking News:

Kepemilikan Senjata Api

Pemilik Senjata Api Bantah Tudingan Polisi, Sebut Dua Butir Peluru Bukan Miliknya

Seorang lelaki yang dituding polisi memiliki senjata api membantah turut menyimpan dua butir amunisi

TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Sarwo Edi Sitanggang, pemilik senjata api rakitan membantah tudingan polisi soal kepemilikan dua butir peluru. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Sarwo Edi Sitanggang, warga Jalan Tempuling. Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung diamankan dalam kasus kepemilikan senjata api.

Dalam kasus ini, Sarwo Edi turut dituding menyimpan dua butir peluru.

Namun, tudingan itu sempat dibantahnya ketika dihadirkan dalam gelar pemaparan di Polsekta Medan Area. 

Awalnya, di depan awak media, Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji menanyakan bagaimana Sarwo Edi mendapatkan senjata api tersebut hingga berada di tangannya.

Baca juga: Miliki Senjata Api Rakitan, Pria Paruh Baya Ditangkap Polisi

Sambil membantah, tersangka mengatakan kalau senjata tersebut ia temukan di tong sampah saat pembongkaran asrama milik TNI Glugur Hong di Kecamatan Medan Timur.

"Di tong sampah. Baru-baru ini pak," kata Sarwo Edi Sitanggang saat ditanya oleh Wakapolrestabes Medan pada Jumat (30/4/2021).

Selanjutnya Irsan mencoba menanyakan kondisi pistol jenis Valor B 6.1 tersebut saat pertama ditemukan Sarwo.

Lalu Sarwo menjelaskan kalau pistol tersebut ditemukan sudah dalam kondisi rusak dan terbongkar.

"Rusak pak. Terbongkar-bongkar itu. Gak ada diperbaiki pak," katanya menjawab.

Baca juga: Saat Ditangkap Pengedar Sabu Keluarkan Senjata Api Berisi 14 Peluru Tajam

Terkait kepemilikan 2 butir peluru yang turut serta di paparkan kepada awak media, tersangka membantah bahwa peluru tersebut miliknya.

Pria tua itu mengaku hanya menemukan pistol tanpa berisikan peluru.

"Tidak ada pelurunya itu pak. Tidak benar itu pelurunya. Tidak ada pada saat ditemukan tidak ada itu," tegasnya menjawab.

Lebih lanjut, Sarwo mengaku pertama kali ditemukan senjata itu sudah dalam keadaan rusak, dan belum pernah menggunakannya sama sekali.

Baca juga: Kanit Narkoba Roboh Kena Tikam Anggota Sindikat Narkoba, Pelaku Sempat Rebut Senjata Api Polisi

Kini tersangka sudah diamankan di Polsek Medan Area untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ia dikenakan pasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.(cr25/tribun-medan.com)

Penulis: Fredy Santoso
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved