News Video
Sasude Menyelenggarakan Ramadan Camp #3
Relawan Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude) menyelenggarakan kegiatan Ramadan Camp #3 di tepian Sungai Deli, Jl. Brigjen Katamso, Lingkungan XII.
Laporan Wartawan Tribun-Medan.com/ Dian Nur Utama Saragih
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Relawan Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude) menyelenggarakan kegiatan Ramadan Camp #3 di tepian Sungai Deli, Jl. Brigjen Katamso, Lingkungan XII, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (1/5/2021).
Kegiatan tersebut di beri tema “Berbagi dan Menginspirasi”.
Ramadan Camp yang diselenggarakan oleh Sasude sudah berlangsung selama tiga kali Ramadan. Saat ini merupakan tahun yang ke empat, namun di tahun 2020 tidak terselenggara dikarenakan Pandemi Covid-19.
“Kegiatan ini hampir mirip dengan pesantren kilat pada umumnya, cuma disini kita masukkan konsepnya camp bersama adik-adik. Diisi pula dengan materi-materi keagamaan”, ujar Yusrijal Faris, relawan Sasude sekaligus ketua panitia Ramadan Camp #3
Yusrijal Faris juga mengatakan, ada juga materi mengenai uang yang disampikan langsung oleh pihak Bank Indonesia, serta materi yang disampaikan oleh BPBD. Dan juga ada materi mengenai kepeamukaan, dan masih ada juga materi lainnya.
Diadakan pula acara perlombaan untuk para peserta Ramadan Camp, diantaranya lomba adzan untuk laki-laki, serta lomba membaca surah pendek untuk perempuan.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yang dilaksakan pada 30 April hingga 2 Mei 2021.
Kegiatan dimulai setiap harinya pukul 03.00 WIB untuk mempersiapkan makan sahur. Kemudian dilanjutkan makan sahur sekitar pukul 04.00 WIB.
Para relawan, panitia dan peserta menunaikan shalat Subuh berjamaah. Setelah itu dilanjutkan pula dengan tadarus bersama.
Selesai tadarus para peserta melakukan persiapan, dilanjutkan lagi dengan kegiatan senam pagi.
“Setelah itu kegiatannya adalah bersih-bersih areal perkemahan (camping), setelah itu mereka kembali kerumah masing-masing, bersih-bersih kemudian kembali lagi kelokasi camp untuk mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya,” ujar Yusrijal menambahkan.
Adapun kegiatan dari pagi hingga sore di isi dengan pemberian materi, perlombaan dan games.
Ketika sore para peserta pun kembali kerumah masing-masing, bersih-bersih untuk persiapan berbuka puasa bersama di lokasi camp.
Usai makan malam hingga shalat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan kegiatan shalat tarawih berjamaah dan ibadah lainnya, kemudian para peserta pun istirahat sekitar pukul 23.00 WIB.
Dihari pertama kegiatan, jumlah peserta berkisar 100 orang, sedangkan pada hari kedua jumlahnya menjadi 61 orang. Hal ini disebabkan anak yang berusia dibawah 10 tahun dipulangkan oleh penyelenggara karena dianggap tidak ideal untuk di ikut berkemah.
“Mereka hanya diikutkan pada hari pertama saja, karena masih terlalu kecil dan dikawatirkam antibody mereka masih belum bagus,” imbuh Yusrijal.
61 orang peserta yang masih mengikuti kegiatan tersebut rata-rata berusia 10-14 tahun.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 45 orang relawan yang tergabung dari kepanitiaan, komunitas independen, organisasi kemahasiswaan dan instansi pemerintahan.
“Yang dari organisasi kemahasiswaan ada Kepramukaan dari Unimed, Berani Bermimpi dari Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, ada juga relawan dari komunitas independen seperti Pasukan Dongeng, Alternative Community dan masih banyak lagi,” ucap Yusrijal.
Kegiatan Ramadan Camp merupakan inisiatif dari Sasude untuk bisa melakukan pengabdian masyarakat kepada anak-anak tepian Sungai Deli.
“Ketika kami turun lokasi ini dulu (4 tahun yang lalu), kita melihat minimnya kesadaran untuk pendidikan anak-anak disini, hingga akhirnya kami yang tergabung dalam Sasude sepakat untuk membuat sanggar disini. Jadi Ramadan Camp ini merupakan salah satu program untuk mengedukasi anak-anak yang dilaksanakan oleh Sasude setiap tahunnya,” ujar Lukman Hakim Siagian, Inisiator Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude).
Satu di antara para peserta mengungkapkan pengakuannya atas terselenggara kegiatan ini.
“Enaknya dari ikut kegiatan ini yaitu mendapat ilmu dan banyak kegiatan yang bisa dilakukan seperti menggambar dan belajar supaya cerdas,” tutur Wawan Andika, seorang peserta yang berumur 12 tahun.
Kegiatan Ramadan Camp ini dibatasi hanya untuk 100 orang peserta.
Persyaratan yang diberlakukan penyelenggara adalah para calon peserta harus mendaftarkan diri terlebih dahulu, sekaligus membawa izin tertulis yang sudah ditanda tangani oleh orang tua masing-masing.
(cr15/ tribun-medan.com)