TRIBUNWIKI

Sejarah Terbentuknya Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia di Sumatera Utara

Tak hanya itu saja, PITI ini juga sebagai wadah kaum mualaf Tionghoa Sumut atau orang-orang Tionghoa yang ingin menjadi mualaf.

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR
Foto Bersama Sewaktu Agenda Silaturahmi Sesama Tionghoa Muslim yang tergabung dalam PITI Sumut dalam Kegiatan Silaturahmi Kepada NU Sumut di Kota Medan.  

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Kota Medan memiliki beragam komunitas dan organisasi.

Bahkan, organisasi yang terbentuk berlatarkan keagamaan.

Seperti, Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia Sumatera Utara, yang disingkat menjadi PITI Sumut. 

Ketua Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PITI Sumut, Rudy Wijaya, mengatakan, sebelum berdirinya PITI Sumut sebagai wadah silaturahmi etnis Tionghoa Muslim di Sumut.

Dahulunya orang - orang etnis Tionghoa Muslim bergabung Himpunan Pengajian Pembaharuan Indonesia Tionghoa Muslim (HPP INTIM). 

"Untuk HPP INTIM di Medan ini, dahulunya digagas oleh Ibu Haja Maymunah. Beliau juga sebagai pembina perkumpulan itu juga," katanya, Sabtu, (1/5). 

Baca juga: 12 Tahun Pisah, Rossa Blak-blakan Tutup Pintu Balikan dengan Yoyo Padi, Tapi Tetap Berhubungan Baik

HPP INTIM di Kota Medan didirikan oleh Haja Maymunah sejak tahun 1980 - an, di Jalan Mahkama, Kota Medan.

Kemudian dengan berkembanbnya waktu, Haja Maymunah mengembangkan organisasi PITI Sumut di Kota Medan, di Jalan Malaka, No.75, Simpang Madong Lubis, Medan Perjuangan, Kota Medan. 

PITI Sumut yang baru saja berdiri sejak tahun 2000 - an, hanya memiliki tujuan sebatas menjadi suatu wadah atau tempat pembelajaran Ilmu Agama Islam dan Silaturahmi Tionghoa Muslim Sumut.

Dalam hal ini, Rudy Wijaya mengatakan, bahwa anggota PITI Sumut yang aktif hingga saat ini, sekitar kurang lebih 50 orang. 

Foto Bersama Sewaktu Agenda Silaturahmi Sesama Tionghoa Muslim yang tergabung dalam PITI Sumut dalam Kegiatan Silaturahmi Kepada NU Sumut di Kota Medan. 
Foto Bersama Sewaktu Agenda Silaturahmi Sesama Tionghoa Muslim yang tergabung dalam PITI Sumut dalam Kegiatan Silaturahmi Kepada NU Sumut di Kota Medan.  (TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR)

Baca juga: 3 Wisata Air di Medan Cocok Untuk Weekend Bersama Keluarga

"Jadi kita bentuk  PITI di Sumut agar menjadi tempat atau wadah silaturahmi umat muslim Tionghoa Sumut. Selain itu, ini juga menjadi tempat belajar agama dan bertukar pikiran tentang cerita-cerita agama Islam," katanya. 

Tak hanya itu saja, PITI ini juga sebagai wadah kaum mualaf Tionghoa Sumut atau orang-orang Tionghoa yang ingin menjadi mualaf.

"Nantinya, para orang-orang Tionghoa di Sumut bila ingin mualaf, bisa datang ke PITI Sumut. Sebab akan diberikan bimbingan gratis terkait ilmu agama Islam, bagi kaum mualaf Tionghoa.

Selain itu, di organisasi PITI Sumut ini juga sudah mempunya runitas untuk mengaji dalam seminggu sekali.

Pengajian seminggu sekali, hanya saja akan berpindah-pindah tempat sesuai dengan tempat kediaman anggota PITI yang menyelenggarakannya.   

"Setiap sebulan sekali kita itu keliling dari rumah ke rumah anggota PITI Sumut. Ada dari Asahan, Batubara, Tebingtinggi, Medan Binjai,dan Langkat serta lainnya," ucapnya. 

Baca juga: Kini Artis Cantik Ini Hidup Enak, Suaminya Bos 7 Perusahaan, Bak Ratu Tinggal di Rumah Megah & Mewah

Tak lain pengajian setiap sebulan sekali mnya seperti, membaca Al Quran, Tahsin Al Quran dan mendengarkan tausiah agama Islam.

Di samping itu juga, PITI Muslim Sumut juga sering menggelar tali kasih, seperti membagikan sembako dan bantuan untuk orang-orang tidak mampu.

"Nah, biasanya kalau di Ramadan kami bagi takjil, kalau di hari biasa juga kami bagi paket nasi kotak, bantuan kursi roda dan uang bagi masyarakat yang tidak mampu.

(cr22/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved