Breaking News:

News Video

Kepala Demonstran May Day Terluka usai Dibebaskan Polisi di Mako Polrestabes Medan

Belasan pengunjuk rasa ditahan di Mako Polrestabes Medan setelah aksi May Day di Jalan Juanda Medan

TRIBUN-MEDAN.COM - "Pasal yang dituduhkan kepada kawan-kawan belum jelas ini, apa kira-kira pasal yang disangkakan. Kan begitu," ujar Maswan Tambak selaku pendamping hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan di sela-sela pembebebsan massa aksi May Day di Mako Polrestabes Medan, Minggu (2/5/2021)

Menurut Maswan, proses pendampingan hukum telah dilakukan sejak 1 Mei 2021 setelah massa Ramehumi (Rakyat Melawan Hancurkan Tirani) ditangkap polisi menuntut Omnibuslaw agar segera dicabut.

Aksi dilakukan di Jalan Juanda Medan.

Maswan menegaskan pasal yang disangkakan kepada kliennya tidak jelas.

9 orang dijamin oleh tim advokasi dan dua lainnya dijamin pihak kampus.

Sementara 3 orang lain belum bisa dikeluarkan karena masih ada proses hukum pada tindak pidana lainnya di luar demonstrasi cabut Omnibuslaw.

Menurut Maswan, ada kejanggalan yang ditemukan dalam pendampingan.

Akses kepada advokasi menurut Maswan juga terkesan tertutup.

Termasuk ketidak tersediaan makan terhadap para pengunjuk rasa yang ditahan.

"Paling janggal itu alasan penangkapan itu kita tidak tahu, apa (dasar hukum) gitu. Apakah gara-gara unjuk rasanya atau gara-gara prokes," tegas Maswan.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved