Breaking News:

News Video

Pendapatan Pedagang Kaki Lima Baju Koko Mulai Meningkat di Bulan Ramadan Tahun Ini

mengaku paling banyak diminati masyarakat baju koko dan kurta, untuk harga kurta relatif tidak mahal berkisar dari Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu

Pendapatan Pedagang Kaki Lima Baju Koko Mulai Meningkat di Bulan Ramadan Tahun Ini

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN-Menjelang bulan lebaran, pendapatan para Pedagang Kaki Lima (PKL) baju koko mulai menunjukkan angka. 

Hal ini disampaikan Rahul, PKL di Jalan Mayjen D. I. Panjaitan, Medan Baru,  yang buka setiap hari dari pukul 09.00-21.00 WIB bahwa tahun ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya.

"Pas sebelum Covid-19 biasa dapat Rp 80 juta, tapi pertama kali Covid-19 turun drastis hanya sekitar Rp 30 juta dan saat ini sudah ada sekitar Rp 30 juta," kata Rahul, Minggu (2/5/2021).

Ia mengaku paling banyak diminati masyarakat baju koko dan kurta, untuk harga kurta relatif tidak mahal berkisar dari Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu sedangkan jubah sekitar Rp 150- 230 ribu. 

Rahul juga mengungkapkan bahwa sudah menyiapkan banyak stok untuk persediaan perlengkapan muslim.

"Sebelum Ramadan sudah siapkan stok banyak karena biasanya konveksi sudah pada tutup dan tanggal 3 nanti ekspedisi pada tutup juga gak menerima paket lagi," tambahnya. 

Selain itu, untuk modal biaya produksi sama saja dari tahun sebelumnya.

Namun, hal ini berbeda yang dirasakan Suparman yang berjualan di Jalan Karya Wisata, Medan Johor, ia mengungkapkan sampai saat ini hanya beberapa potong baju koko yang laku. 

"Dari Ramadan tahun lalu, pendapatan sudah turun tapi berhubung masih ada stok tetap jualan untuk tahun ini. Tapi beginilah, palingan laku hanya satu atau tiga potong. Bahkan sering tidak laku,"ujarnya.

Ia menambahkan bila kualitas baju koko miliknya masih bagus, mulai dibanderol dari harga Rp 75 -100 ribu. 

Selain itu, dalam persediaan dia tetap optimis dan berharap ada kemajuan menjelang beberapa hari lebaran nanti. 

Saat dipantau www.tribunmedan.com, pengunjung usaha milik Rahul terus bertambah sedangkan milik Suparman terasa sepi karena tidak ada pengunjung yang melirik. 

(cr20/tribun-medan.com)

Penulis: Yufis Nianis Nduru
Editor: heryanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved