Breaking News:

Perdana Jalani Puasa di Spanyol, Gadis Medan Ini Harus Tempuh Perjalanan 1 Jam Untuk Salat di Masjid

Berpuasa di negeri orang selalu menjadi kisah tersendiri bagi anak perantauan. Seperti dialami Zulfatun Naimah, wanita asal Medan Marelan.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Zulfatun Naimah, wanita asal Medan Marelan, berbuka puasa bersama mahasiswa Indonesia di Gorliz, Spanyol. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berpuasa di negeri orang selalu menjadi kisah tersendiri bagi anak perantauan. Seperti dialami Zulfatun Naimah, wanita asal Medan Marelan, yang menjalani Ramadan di Gorliz, Spanyol.

Zuzu, panggilan akrabnya sedang menjalankan program Environmental Contamination and Toxicology yg merupakan program dari beasiswa Erasmus Mundus Joint Master Degree dari Uni-eropa dan masuk semester 2 di Spanyol tepatnya di University of Basque Country (UPV/EHU).

Tahun ini menjadi Ramadan pertama Zuzu setelah berangkat jauh dari Tanah Air pada Agustus 2020.

Ia mengakui membutuhkan waktu untuk beradaptasi terlebih di Gorliz, kota tempat ia menimba ilmu, muslim masih menjadi minoritas.

"Ramadan kali ini tentu saja sangat berbeda dari tahun sebelumnya dimana saat ini saya berada di kota yang hanya sedikit umat muslimnya. Untuk kota saya sendiri di sini yaitu kota Gorliz saya belum menemukan adanya warga lokal yang muslim," ungkap Zuzu, Minggu (2/5/2021).

Namun begitu, Zuzu bersyukur dirinya dapat berkumpul dengan empat mahasiswa asal Indonesia yang mendapat beasiswa serupa sehingga dirinya tak merasa sendiri menjalani Ramadan di negeri matador tersebut.

"Saya tinggal satu apartemen dengan dua orang teman perempuan saya dari Indonesia. Dan tepat di bawah lantai kami ada satu orang Indonesia lagi. Walaupun Ramadan kali ini saya jauh dengan keluarga, namun mereka sudah seperti keluarga bagi saya," ujarnya.

Baca juga: Jalani Ramadhan di Belgia, Anak Medan Yudha Sempat Syok Puasa Hingga 18 Jam

Berbeda benua, tentunya memiliki waktu berpuasa yang berbeda dengan di Indonesia yaitu 15 jam puasa dengan subuh menjelang pukul 6 pagi dan Maghrib pada pukul 9 malam.

Menjalani Ramadan pertama, Zuzu juga turut mempersiapkan keperluan makanan dengan berbelanja di pertokoan halal yang jaraknya memakan waktu lebih dari satu jam.

Walau jauh dari Indonesia, wanita asal Medan Marelan ini ternyata mengobati rasa rindunya dengan membeli mi instan maupun bumbu dari Indonesia di toko Asia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved