Breaking News:

TRIBUNWIKI

Masjid Tajul Madras, Miliki Tradisi Makan Kari Kambing Bersama Saat Ramadan

Biasanya, kari Kambing di Masjid Tajul Madras disajikan dengan nasi dan sambal terasi, dengan tambahan rebusan daun singkong.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ RECHTIN
Masjid Taj'ul Madras 

Namun, bentuk Masjid Taj'ul Madras cukup unik. Di mana aksen-aksen India sangat kental mulai dari motif di dinding maupun tulisan masjid yang berbentuk aksara India.

Tradisi makan kari Kambing bersama di bulan Ramadan
Tradisi makan kari Kambing bersama di bulan Ramadan (TRIBUN MEDAN/RECHTIN)

Masjid ini dulunya Musala, dibangun sekitar tahun 1980-an. Kemudian direnovasi tahun 2005, dan hingga sekarang sudah resmi menjadi Masjid.

Selain memakan kari Kambing bersama, Masjid Taj'ul Madras juga melakukan sejumlah kegiatan selama bulan suci Ramadan.

Beberapa di antaranya yakni membagikan buka puasa kepada musafir dan kajian rutin ramadan.

Seorang jamaah yang mengikuti tradisi makan kari Kambing bersama di Masjid Taj'ul Madras, Indri mengaku senang bisa kembali berkumpul untuk makan bersama.

Baca juga: Gelar RDP Mediasi Ratu Entok dan Perawat, DPRD Medan Sudah Melanggar Hukum

"Senang bisa berkumpul kembali bersama. Biasanya memang tiap tahun seperti ini. Cuma karena tahun lalu lagi pandemi, enggak bisa dilakukan. Intinya senang dan bersyukur kepada Allah SWT," katanya.

Indri mengatakan, jika jamaah perempuan yang ikut makan kari Kambing setiap tahunnya tidak sebanyak jamaah laki-laki.

"Tapi itu enggak mengurangi nilai kebersamaannya. Kita senang tradisi ini masih bisa dipertahankan hingga sekarang," tuturnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved