Breaking News:

Medan Masuk Zona Kuning, Wali Kota Bobby Terapkan PPKM Mikro Berdasarkan Pemetaan dan Data

Pemkot Medan telah sepakat mengikuti instruksi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) berdasarkan penghitungan indikator warna pemetaan.

Dok. Humas Pemkot Medan
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat memaparkan perkembangan Covid-19 kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Kota Medan di Aula Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Sabtu (1/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution memutuskan, pihaknya akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayahnya berdasarkan pemetaan dan data.

"Kota Medan sudah berada di zona kuning. Hal ini dilihat berdasarkan jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 dengan perhitungan dari jumlah rumah di setiap lingkungan," ujarnya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Medan, Senin (3/5/2021).

Untuk itu, lanjut Bobby, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan telah sepakat mengikuti instruksi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) berdasarkan penghitungan indikator warna pemetaan.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memaparkan perkembangan Covid-19 kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Kota Medan di Aula Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Sabtu (1/5/2021).

Bobby menjelaskan, warna pemetaan untuk Kota Medan ditentukan dari tiga indikator. Pertama, apabila setiap 10 rumah dalam satu lingkungan telah terpapar Covid-19, maka ditetapkan sebagai zona merah.

“Kedua, untuk zona orange ditentukan dari jumlah terpapar Covid-19 mencapai 7-10 rumah. Terakhir, disebut zona kuning apabila setiap 1-6 rumah telah terpapar Covid-19,” ucapnya.

Lebih lanjut Bobby memaparkan, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan mencapai 15.320 orang.

Sementara itu, jumlah korban meninggal sebanyak 501 orang, sedangkan jumlah pasien sembuh dari Covid-19 mencapai 14.162 orang.

Kendala yang dihadapi Dinkes Medan

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Medan Syamsul Arifin Nasution mengatakan, kendala yang dihadapi pihaknya saat ini berasal dari penolakan masyarakat dalam melakukan tracing, testing, treatment (3T).

Halaman
123
Penulis: Dwi Nur Hayati (CM)
Editor: Mikhael Gewati (CM)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved