News Video

Stok Bahan Pokok dan Uang Rupiah Jelang Idul Fitri 1442 Hijriyah di Siantar Aman

Lebih lanjut, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Jadimpan Pasaribu menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan tim sesuai perintah Wali Kota.

Penulis: Alija Magribi |

Stok Bahan Pokok dan Uang Rupiah Jelang Idul Fitri 1442 Hijriyah di Siantar Aman

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR -Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Pematangsiantar menyampaikan stok bahan pokok dan uang rupiah jelang Idul Fitri 1442 Hijriyah aman. Bahkan ketersediaan beberapa bahan pokok diperkirakan aman hingga dua bulan ke depan.

Menggelar konferensi pers di Lantai 4, KPw Bank Indonesia, Sekda Kota Pematangsiantar Zulkifli menyampaikan, ketersediaan bahan pokok pada H-9 Idul Fitri tercukupi.

"Posisi kita saat ini, kebutuhan bahan pokok masih mencukupi dan bila mana ada pergeseran maka apa langkah yang akan diambil? Bahwa besok kita akan melaksanakan inspeksi ke tengah pusat pusat ekonomi, dan kilang-kilang padi. Jangan sampai ada penumpukan penumpukan," ujar Zulkifli.

Zulkifli mengatakan, hasil sidak yang akan ditemukan pada esok hari akan dirumuskan bersama dengan pihak terkait, termasuk Unit Ekonomi Polres Pematangsiantar. Untuk selanjutnya mengambil berbagai opsi kebijakan lainnya.

Pemko Pematangsiantar sendiri, ujar Zulkifli, telah melakukan operasi pasar di 8 Kecamatan dan Kantor Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan. Bila diperlukan, kegiatan ini akan terus dilakukan guna mengembalikan kembali harga-harga kebutuhan pokok ke nilai normal.

"Hasil sidak, kita akan merumuskan langkah lebih lanjut. Bisa dipertimbangkan untuk melakukan operasi pasar di kemudian hari dan mengecek jalur distribusi yang ada. Mudah mudahan apa yang kita khawatirkan tidak terjadi," ujar Zulkifli.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Jadimpan Pasaribu menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan tim sesuai perintah Wali Kota.

"Seperti pengalaman kita tahun kemarin, maka untuk tahun ini, kita akan aman," kata Jadimpan.

Jadimpan mengatakan, jumlah penduduk Siantar ada 253.500 jiwa. Apabila asumsi kebutuhan pokok berupa beras sebanyak 1/4 kg per hari, sementara jumlah stok yang ada di kilang sebanyak 910 ton, diperkirakan dua bulan ke depan kebutuhan beras tersedia.

"Dengan untuk dua bulan ke depan kami kira (beras) cukup aman," katanya.

Begitu juga dengan ketersediaan gula. Jadimpan mengatakan, Kota Siantar sempat mengalami kelangkaan gula. Namun pihaknya telah bekerjasama dengan Perum Bulog untuk menekan Harga Eceran Tertinggi (HET). Alhasil ketersediaan gula dan harga kembali normal.

"Saat ini, .inyak goreng juga tersedia. Bawang juga tidak terlalu naik signifikan. Cabai juga pada bulan ini justru di bawah. Hasil pantauan kami di lapangan, terigu masih stabil," terang Jadimpan.

Sementara itu, Kepala Kpw BI Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat menyampaikan untuk kebutuhan Idul Fitri 1442 Hijriyah, Bank Indonesia melayani penukaran pecahan uang baru di 26 titik di Kota Pematangsiantar. Adapun mekanisme penukaran diatur oleh masing-masing bank penyalur.

"Penukaran pecahan ada 26 titik di Siantar. Itu diserahkan ke masing-masing bank bagaimana kebijakannya untuk melayani pecahan tersebut. Ada 20 bank dengan 26 titik. Bisa satu bank dua atau tiga pos layanan," terangnya.

Edhi menyampaikan, aturan batasan untuk penukaran uang baru ada di masing-masing bank.

"Bank menerapkan strategi sendiri dan batasan jumlah," jelas Edhi.

(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved