Breaking News:

Dampak Larangan Mudik

Bisnis Travel Babak Belur, Didatangi Polisi Diimbau Tidak Beroperasi Layani Mudik Lebaran

Bisnis transportasi, seperti angkutan travel kini babak belur terkena dampak larangan mudik lebaran tahun 2021

HO
Polisi datangi PT Executive Tiomaz Tranz, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas mengimbau agar perusahaan tidak beroperasi mengangkut penumpang mudik beberapa hari lalu.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Aturan larangan mudik oleh pemerintah tidak hanya berdampak pada angkutan transportasi bus saja.

Angkutan travel juga nyatanya babak belur, karena tidak bisa beroperasi. 

Solahuddin Nasution, Ketua DPD ASITA (Association of The Indonesia Tours dan Travel Agencies/Asosiasi perusahaan perjalanan wisata Indonesia) mengatakan, bisnis travel terpaksa dikandangkan. 

"Biasanya ketika lebaran tiba, banyak permintaan penyewaan mobil-mobil dan bus pariwisata untuk kepentingan mudik, tapi dengan adanya larangan mudik 16 -17 Mei ini, lagi-lagi bisnis travel kena dampaknya. Unit angkutan terpaksa dikandangkan," kata Solahuddin, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Pemberlakuan Larangan Mudik, Penjualan Tiket di Binjai Merosot 200 Persen

Dia mengatakan, bisnis travel yang berkaitan dengan perjalanan wisatawan sudah setahun lebih terhenti dihantam pandemi.

Ia menambahkan, larangan mudik sangat berpengaruh terhadap usaha travel, lantaran berlaku untuk masyarakat luas. 

"Karna sudah dilarang, otomatis tidak ada permintaan angkutan. Berbeda dengan perusahaan-perusahaan angkutan umum yangg memiliki trayek reguler," tambahnya.

Senada disampaikan Piter Pasaribu selaku Direktur Operasional PT Executive Tiomaz Tranz.

Baca juga: Tak Lagi Jadi Primadona, Bisnis Rental Mobil Bisa Bangkrut Terdampak Aturan Larangan Mudik

Dia mengatakan, bahwa pihak kepolisian sempat mendatangi tempat usahanya, mengimbau agar travel tidak beroperasi. 

"Kita ikuti aturan dan siap untuk melaksanakan instruksi, asal memang semua melaksanakannya juga sehingga tidak ada pengecualian," kata Pilter. 

Menurut Pilter, ini semua menjaga agar tidak terjadi klaster baru dalam penyebaran Covid 19.

Piter mengatakan, dalam mematuhi aturan pemerintah, perusahaan travel yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas ini menutup seluruh perjalanan ke luar kota seperti Siantar, Tarutung, dan Sibolga.(cr20/tribun-medan. com) 

Penulis: Yufis Nianis Nduru
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved