Breaking News:

Jalani Dua Kali Ramadhan di Kazan Rusia, Rindu Jajanan Tradisional Khas Ramadhan di Indonesia

Tahun ini menjadi Ramadhan kedua bagi Muhammad Zidni Ilman Noor, mahasiswa Kazan Federal University, Kazan, Rusia.

TRIBUN MEDAN / ist
Muhammad Zidni Ilman Noor, warga Indonesia yang kuliah di Kazan Federal University, Kazan, Rusia. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tahun ini menjadi Ramadhan kedua bagi Muhammad Zidni Ilman Noor, warga Indonesia yang tengah kuliah di Kazan Federal University, Kazan, Rusia.

Zidni menjalani puasa di Rusia dengan kondisi pandemi selama dua tahun berturut-turut.

Tahun ini, Zidni mengaku kondisi pandemi Covid-19 di Rusia sudah mulai membaik sehingga beberapa kegiatan yang sempat tidak bisa dilakukan tahun lalu mulai bisa dilakukan pada Ramadhan tahun ini.

"Ini kedua kalinya melewati Ramadhan di Kazan masih dengan kondisi yang sama namun dengan aktivitas yang sudah jauh berbeda. Meski dilalui di saat yang masih pandemi namun di tahun ini aktivitas sudah jauh seleluasa dari tahun sebelumnya," ujar Zidni saat berbincang kepada tribun-medan.com melalui aplikasi Whatsapp, Selasa (4/5/2021).

Dikatakannya, saat awal pandemi Covid-19 tahun lalu, di Rusia dilakukan pembatasan kegiatan secara sehingga banyak aktivitas bulan Ramadhan ditiadakan.

"Yang mana pada awal-awal masa pandemi segala aktivitas di Masjid ditiadakan namun sekarang segala aktivitas bulan Ramadhan dari Salat berjamaah, buka puasa bersama, dan Tarawih sudah kembali dilakukan," tambahnya.

Baca juga: Perdana Jalani Puasa di Spanyol, Gadis Medan Ini Harus Tempuh Perjalanan 1 Jam Untuk Salat di Masjid

Mahasiswa asal Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini mengaku sejak tahun 2015 telah mulai merantau di pesantren. Setelah lulus dari pesantren, Zidni melanjutkan pendidikan S1 jurusan Hubungan Internasional di Kazan, Rusia.

"Kala itu perantauan pertama dimulai dari bangku Pondok Pesantren di MBI Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto. Setelah cukup di Perantauan antar pulau, sekarang ini memasuki tingkatan perantauan paling tinggi. Lompat level melampaui dari sekadar perantauan antar negara menuju perantauan antar benua," katanya.

Puasa umat muslim di Kazan, terang Zidni berlangsung selama lebih dari 16 jam. Beberapa kegiatan yang dilakukan seperti Iftar bersama di masjid dan Tarawih Bersama.

"Ramadhan di sini dilalui seperti halnya hari-hari biasa, tidak ada atmosfir khusus yang biasa dirasakan seperti di Indonesia. Kegiatannya sama seperti buka puasa dan Salat Tarawih di masjid," katanya.

Halaman
123
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved