Breaking News:

Jalani Dua Kali Ramadhan di Kazan Rusia, Rindu Jajanan Tradisional Khas Ramadhan di Indonesia

Tahun ini menjadi Ramadhan kedua bagi Muhammad Zidni Ilman Noor, mahasiswa Kazan Federal University, Kazan, Rusia.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / ist
Muhammad Zidni Ilman Noor, warga Indonesia yang kuliah di Kazan Federal University, Kazan, Rusia. 

Karena waktu yang singkat antara Salat Tarawih dan sahur, Zidni mengatakan beberapa warga muslim di Kazan melakukan sahur bersama di masjid.

"Beberapa teman ada juga yang setelah Tarawih langsung sekalian sahur di masjid dikarenakan jarak waktu dari Tarawih dan sahur tidak terlalu jauh. Selesai Tarawih kira-kira pukul 11:30 dilanjutkan i’tikaf dan sahur pukul 01:30 an, salat subuh pukul 02:40 an," katanya.

Zidni mengatakan di Rusia waktu salat lima waktu selalu berubah dari hari ke hari, biasanya di musim Semi menuju musim panas waktu salat semakin lambat dua menit per hari.

"Dikarenakan di musim panas nantinya siang hari jauh lebih panjang daripada malam hari, sedangkan musim salju sebaliknya malam harinya lebih panjang dari siang hari," ujarnya.

Menurut pria kelahiran 29 Februari 2000 ini, pengalaman paling menarik selama Ramadhan di Kazan adalah berbagi makanan menjelang buka puasa.

"Berhubung kebanyakan dari mahasiswa Indonesia di sini tinggal di Asrama dan di dalamnya juga tinggal mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara salah satunya dari kawasan Timur Tengah," katanya.

Baca juga: Jalani Ramadhan di Belgia, Anak Medan Yudha Sempat Syok Puasa Hingga 18 Jam

"Karena menjalankan ibadah puasa bersama terkadang satu sama lain sering berbagi makanan untuk berbuka, berbuka dengan masakan teman-teman dari timur tengah," tambahnya.

Untuk mengobati rasa rindu, Zidni terkadang mencoba memasak masakan nusantara, seperti membuat bakso atau pempek Palembang. Tentu dengan bahan seadanya mengingat perbedaan ketersediaan bahan-bahan masakan di Rusia sangat jauh terbatas, tidak seperti di Indonesia yang beriklim tropis.

Saat sahur, Zidni biasanya memakan masakan dari berbuka, karena jarak dari berbuka dan sahur tidak terlalu jauh jadi biasanya masak buat berbuka sekalian buat sahur.

"Beberapa hari yang lalu saya masak Gulai Ayam yang bisa disimpan tiga sampai empat hari ke depan untuk disantap saat berbuka maupun sahur," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved