Breaking News:

Masjid Taqwa Sediakan Takjil untuk Musafir, Sehari 70 hingga100 Porsi

semua makanan yang disumbangkan oleh jemaah, selalu disediakan kepada masyarakat yang berbuka di masjid ini

Masjid Taqwa Sediakan Takjil untuk Musafir, Sehari 70 hingga100 Porsi
Tribun Medan
Suasana berbuka puasa di Masjid Taqwa Pondok Kelapa yang terletak di Jalan Asrama No 14B, Sei Sikambing C II, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Senin (3/5/2021).

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masjid Taqwa Pondok Kelapa yang terletak di Jalan Asrama, Medan rutin menyediakan takjil untuk musafir. Nazir Masjid Taqwa Pondok Kelapa, Arsanuddin Harahap, mengatakan, bahwa dari sejak berdiri Masjid Taqwa ini, setiap bulan suci Ramadan menyediakan takjil.

"Kita memang menyediakan takjil untuk jemaah Masjid Taqwa dan para musafir yang singgah ke masjid ini," tuturnya, Senin (3/5/2021).

Ia menjelaskan, Masjid Taqwa ini hanya menyediakan 70 hingga 100 paket takjil setiap harinya selama bulan suci Ramadan 1442 H ini. Takjil tersebut merupakan atas swadaya sumbangsih masyarakat atau jemaah.

"Jadi setiap harinya mereka itu ada gilirannya untuk mengantarkan atau menyumbangkan takjil ke masjid ini. Ada 10 hingga 12 kepala keluarga yang nyumbang takjil setiap hari," ucapnya.

Baca juga: Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan, Forsadom Bagikan Takjil Dari Driver Untuk Driver

Takjil berupa ragam kue dan gorengan serta bubur. Kalau untuk aneka ragam kue bisa mencapai 70 hingga 100 porsi. Sementara, untuk bubur bisa mencapai 20 hingga 30 porsi. Jadi, semua makanan yang disumbangkan oleh jemaah, selalu disediakan kepada masyarakat yang berbuka di masjid ini.

"Jika, makanan itu berlebih di saat berbuka puasa, maka pihak BKM akan menyajikannya setelah Tadarus selesai. Namun, kalau kekurangan, para BKM akan membeli tambahan takjilnya," katanya.

Ia juga mengaku, bahwa hampir 60 persen yang berbuka puasa di Masjid Taqwa adalah musafir. Sementara, 40 persennya merupakan warga atau jemaah setempat.

"Ramainya musafir berbuka di sini kan, karena masjid kita dekat dengan jalan lintas Sumatera Utara atau jalan ringroad. Jadi wajar saja banyak musafir yang singgah untuk berbuka puasa," ujarnya.

Selain itu, Arsanuddin, mengatakan, untuk rutinitas setelah berbuka puasa, dilanjut dengan Salat Maghrib dan Isya. Setelah itu, ada tausiah yang disampaikan sebelum dilaksanakannya Salat Tarawih.

"Jadi sebelum Salat Tarawih, kita dengar tausiah terlebih dahulu. Kalau untuk Salat Tarawih, di sini melaksanakannya 20 rakaat dan 3 rakaat Salat Witir, jadi ada 23 rakaat," katanya.

Salat Tarawih 23 rakaat sudah dilakukan sejak dahulu hingga sekarang. Selain itu, ada juga tausiah Ramadan, yang dilaksanakan setiap hari Minggu ba'da Subuh.

"Jadi program Ramadan di masjid kita juga, setiap ba'da Subuh di hari Minggu diadakan pengajian. Ini juga sudah menjadi rutinitas," katanya.

Selain tadarus anak-anak remaja Masjid Taqwa yang dilaksanakan ba'da Salat Tarawih, ibu-ibu BKM Taqwa juga menggelar Tadarus setiap hari ba'da Subuh dan sebelum salat Dzuhur.

"Ya tidak hanya laki-laki saja yang aktif mengisi masjid ini, pihak ibu ibu dan perempuannya juga aktif di masjid sini," pungkasnya.

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved