Breaking News:

Pererat Tali Persaudaraan, Pemuda-pemudi Lintas Agama di Medan Bebersih Gereja dan Masjid

Pemuda-pemudi lintas agama di Medan menggelar aksi peduli lingkungan dengan membersihkan rumah ibadah seperti gereja dan masjid.

HO / Tribun Medan
Kegiatan peduli lingkungan ini dilaksanakan di Gereja St. Fransiskus Xaverius, Simalingkar B pada Sabtu (1/5/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemuda-pemudi lintas agama di Medan menggelar aksi peduli lingkungan dengan membersihkan rumah ibadah seperti gereja dan masjid.

Pemuda-pemudi lintas agama ini adalah orang muda Islam dari Masjid Mubarak, Jalan Pasar III, Glugur Darat dan orang muda Katolik dari berbagai gereja Katolik yang ada di Medan.

Kegiatan peduli lingkungan ini dilaksanakan di Gereja St. Fransiskus Xaverius, Simalingkar B pada Sabtu (1/5/2021) dan sebelumnya sudah dilakukan di lingkungan di Gereja St. Yosef, dan Masjid Mubarak.

Pastor Eko Bhakti selaku Pastor Paroki Simalingkar B sangat berterima kasih dengan aksi yang dilakukan pemuda-pemudi lintas agama tersebut.

Baginya kegiatan ini sangat positif karena orang muda saat ini mempunyai peran penting sebagai pelopor perdamaian di tengah banyaknya orang yang mau memunculkan perpecahan.

"Orang muda penting terlibat aktif sebagai pelopor perdamaian dan kebenaran di tengah dunia yang cenderung mengarah ke situasi perpecahan," ujarnya.

Kegiatan peduli lingkungan ini dilaksanakan di Gereja St. Fransiskus Xaverius, Simalingkar B pada Sabtu (1/5/2021)
Kegiatan peduli lingkungan ini dilaksanakan di Gereja St. Fransiskus Xaverius, Simalingkar B pada Sabtu (1/5/2021) (HO / Tribun Medan)

Dalam acara ini, tampak para peserta yang ambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih rumah ibadah ini akrab dan saling berbagi.

Tidak tampak sikap canggung maupun enggan dari para peserta. Mereka seperti saudara yang sudah terbiasa bekerja sama.

Alim, salah seorang peserta dari masjid menyatakan bahwa ia sangat senang dengan kegiatan yang dilangsungkan ini.

"Kegaiatan ini menambah teman-teman dari lintas agama dan juga semakin membuka wawasan saya tentang indahnya persaudaraan meski berbeda keyakinan," ujarnya.

Ia berharap dengan kegiatan ini mereka bisa lebih berpikir jernih tentang indahnya toleransi dan sikap saling menghargai meski memiliki perbedaan.

Dalam kegiatan ini para peserta sangat termotivasi untuk melakukan berbagai kegitan lainnya untuk memupuk persaudaraan meski berbeda, seperti yang pernah diutarakan Gusdur yaitu “Agama melarang adanya perpecahan, bukan perbedaan.”

Kegiatan ini ditutup dengan syukuran sambil bersantap malam bersama setelah orang muda Islam selesai melakukan salat.(*)

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved