Breaking News:

News Video

Ramadan di Lapas Tanjungbalai, Napi Target Dua Kali Khatam Quran

Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kerap menjadi tempat yang menakutkan bagi sebagian orang.

Laporan wartawan Tribun Medan / ALIF ALQADRI HARAHAP

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI - Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kerap menjadi tempat yang menakutkan bagi sebagian orang. Pasalnya ada stigma masyarakat bahwa lapas merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang dihukum karena berbuat kejahatan.

Stigma tersebut tidak berlaku di Lapas Klas II B Tanjungbalai, sebab di Lapas Tanjungbalai membina narapida dengan pendekatan kerohanian.

Momen Ramadhan dijadikan sebagai kesempatan terbaik, para narapida di tempah untuk dapat belajar dan mengerti agama dengan memperdayakan narapidana lainnya.

Bai Atu Ihsan (29) seorang narapida yang dihukum 9 tahun penjara oleh PN Tanjungbalai akibat kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 9 gram pada tahun 2018 lalu.

Namun masa kelam itu kini ia tinggalkan, karena ingin mengubah hidupnya dengan mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.

Saat di jumpai TRIBUN-MEDAN.COM, Ihsan terlihat duduk diantara lingkaran untuk membina para rekannya untuk melakukan tadarus di Masjid At - Taubah Lapas Tanjungbalai.

Ihsan tidak sendiri dalam membina rekan-rekannya tetap ada pengawasan dari para pegawai lapas yang ikut khataman.

"Alhamdulilah, dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, kami melakukan Khataman. Memang tidak seluruhnya, namun ada yang kami sebut santri," katanya kepada TRIBUN-MEDAN.COM, Selasa(4/5/2021).

Setiap harinya para narapidana selepas menjalankan ibadah sholat, langsung berkumpul membentuk lingkaran dan bergiliran membacakan ayat suci Al-Quran.

Halaman
123
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved