Breaking News:

Rumah Mewah Bisnis Manager Kimia Farma Tersangka Kasus Daur Ulang Antigen Disita Polisi

"Selain jumlah stik, auditor itu juga akan menghitung uang yang diperoleh para tersangka dari perbuatannya itu," katanya.

Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Foto pembangunan rumah baru Business Manager Laboratorium Kimia Farma untuk wilayah Medan, Picandi (PM) Mosko di Jl Merbau Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Jumat (30/4/2021). Kini pembangunannya dihentikan karena PCM ditangkap Polda Sumut. (Tribunsumsel.com/Eko Hepronis) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut melakukan pengembangan terkait kasus daur ulang rapid Antigen yang berhasil diungkap beberapa waktu lalu.

Penyidik Subdit IV/Tipiter Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui jumlah alat uji cepat bekas yang telah digunakan para tersangka selama beroperasi sejak Desember 2020 hingga 26 April 2021.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak auditor untuk mengetahui jumlah stik yang telah digunakan.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak auditor untuk mengetahui sudah berapa banyak stik bekas yang digunakan para tersangka dalam menjalankan aksinya," ujarnya, Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut dikatakan MP Nainggolan, auditor itu nantinya juga akan menghitung total uang yang diperoleh para tersangka dari praktik kecurangan yang melanggar undang-undang kesehatan tersebut.

"Selain jumlah stik, auditor itu juga akan menghitung uang yang diperoleh para tersangka dari perbuatannya itu," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Polda Sumut telah menetapkan lima tersangka kasus alat Swab Test Antigen bekas, di Bandara Kualanamu.  

Polda Sumut juga menyatakan bisa menyita satu unit rumah mewah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) milik seorang tersangka jika terbukti dibangun dari uang hasil penggunaan stik bekas tersebut.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menjelaskan, kelimanya adalah PC yang menjabat sebagai Bisnis Manager Kimia Farma Kota Medan, beserta 4 pegawainya, masing-masing berinisial DP, SP, MR dan RN.

"PC merupakan aktor intelektualnya," terangnya. 

Dalam aksinya, stick test swab Antingen yang telah digunakan dicuci dengan alkohol. Dalam sehari, stick daur ulang itu bisa digunakan 100-150 orang masyarakat yang hendak melakukan perjalanan udara. 

"Tentu itu tidak sesuai standar kesehatan," tegasnya. 

Panca menambahkan, para pelaku melakukan mendaur ulang stik tersebut mulai Desember 2020. 

Polda Sumut menyebutkan pelaku telah mendapatkan keuntungan sekitar Rp1,8 miliar.

(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved