Breaking News:

Korupsi Pembangunan SLB

Sederet Fakta Mencengangkan Terkait Korupsi Pembangunan Sekolah Luar Biasa di Nias Barat

Sejumlah fakta mencengangkan terungkap dalam sidang korupsi pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Nias Barat

TRIBUN MEDAN/GITA PUTRI TARIGAN
Sidang Tipikor Pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, di Desa Onowaembo Kabupaten Nias Barat dengan terdakwa Edison Daeli alias Ama Berta, Fa'atulo Daeli alias Fa'a dan Marlina Daeli alias Ina Indri, di Tipikor Medan, Selasa (4/5/2021).(TRIBUN MEDAN/GITA PUTRI TARIGAN) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Sederet fakta mencengangkan terungkap dalam sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri, di Desa Onowaembo, Kabupaten Nias Barat dengan terdakwa Edison Daeli alias Ama Berta, Fa'atulo Daeli alias Fa'a dan Marlina Daeli alias Ina Indri, di Tipikor Medan.

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra II itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fatizaro Zai menghadirkan Yosefo yang merupakan kepala tukang, pengawas dan anggota komite sekolah.

Yosefo dalam kesaksiannya mengungkapkan kronologis pembangunan sekolah yang saat ini sudah mengalami kerusakan sejak dibangun 2017 lalu.

Baca juga: Kunjungi Pemkab Nias Utara dan Nias Barat, KPK Sarankan Bupati Ganti Pegawai yang Tak Mampu Bekerja

Ia mengatakan, bahwa pada saat dibangun pondasi bagian bawah sekolah ternyata tidak menggunakan semen.

"Tidak dikurangi bahannya (bangunan) sesuai yang dikerjakan. Tapi yang di bawahnya tidak menggunakan semen, disusunnya saja batu di bawah," katanya, Selasa (4/5/2021).

Mendengar pernyataan tersebut, sontak majelis hakim yang diketuai Syafril Pardamean bertanya apakah masalah tersebut tidak dilaporkan.

"Kamu nampak begitu ya? Lalu ada dilaporkan?," tanya hakim.

"Dibiarkan saja, tidak bertanya," kata saksi.

Baca juga: Nias Selatan Geger, Dua Balita Hilang Misterius hingga Polisi Turun Tangan

Selain itu, Fatizaro juga mengungkapkan bahwa sebelum dibangun sekolah, tanah tersebut adalah kebun karet dan terdapat sungai di area sekolah. 

Kemudian, pada saat akan dibangun, ia mengatakan sungai tersebut ditimbun dan aliran airnya dipindahkan.

Halaman
123
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved