Breaking News:

News Video

Usaha Dodol Banyak Gulung Tikar, Pemkab Sergai Belum Ambil Peran di Rest Area Tol

Sri mengakui saat ini sudah ada UMKM di Sergai yang sudah ambil peran di rest area. Ia menyebut pada umumnya merupakan pelaku UMKM dari Sergai

Usaha Dodol Banyak Gulung Tikar, Pemkab Sergai Belum Ambil Peran di Rest Area Tol

TRIBUN-MEDAN.com, SERDANGBEDAGAI - Hingga saat ini Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) belum dapat mengambil peran atas keberadaan rest area di Km 65 A dan 65 B jalan tol Medan-Tebing Tinggi.

Meski satu-satunya keberadaan rest area masuk wilayah Kecamatan Teluk Mengkudu namun sampai kini belum dimanfaatkan dengan optimal oleh Pemkab mengaku mereka masih sebatas tahap penjajakan saat ini.

"Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak rest area. Pada prinsipnya Pemkab berupaya untuk memfasilitasi pemanfaatan rest area bagi UMKM Sergai. Kendala yang terjadi ketika di kalkulasikan harga penyewaan terlalu besar. Oleh karenanya kami melakukan negosiasi lagi dengan pihak jalan tol untuk diberikan space gratis atau pengurangan dari harga komersil yang ditetapkan, sehingga tidak membebani APBD terlalu besar, tapi belum ada titik temu kesepakatan," ujar Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro Sergai, Sri Rahmayani Selasa, (4/5/2021).

Sri mengakui saat ini sudah ada UMKM di Sergai yang sudah ambil peran di rest area. Ia menyebut pada umumnya merupakan pelaku UMKM dari Sergai yang banyak menjual produk lokal seperti dodol.

Disebut beberapa kali kunjungan mereka ke lokasi yang bisa dilakukan hanya memotivasi dan memonitor usaha di area tersebut.

" Kalau nggak salah diatas 30 jutaan setahun (sewanya). Usaha kita sebenarnya untuk pelaku UMKM yang berjualan di rest area sudah ada, Pemkab sudah membantu fasilitasi permintaan akses jalan dari perkebunan," kata Sri.

Salah satu janji Pemkab yang saat ini masih ditunggu-tunggu pelaku UMKM adalah bagaimana meningkatkan penjualan dodol oleh pedagang dodol Desa Pasar Bengkel Kecamatan Perbaungan. Terkait hal ini Sri menyebut pihaknya terus berupaya membina SDM Pelaku Usaha mikro, sehingga dapat meningkatkan Usahanya. Di era digitalisasi saat ini, dinasnya menyebut melakukan pembinaan degan mencoba mentransformasi sistem penjualan Produk Usaha Mikro dari sistem konvensional ke penjualan digital (online).

"Sudah kami latih juga untuk penjualan secara online," ucap Sri.

Sementara itu hal yang tidak jauh berbeda juga disebutkan oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Diakui kalau keberadaan rest area juga belum sama sekali mampu dimanfaatkan.

"Baru tahap penjajakan di rest area memang kita. Ya untuk UMKM dan IKM kita lah nanti. Belum ada memanfaatkannya saat ini, kan kita punya perencanaan juga. Nggak bisa hari ini mau langsung di situ, harus ada perencanaan lagi, ada Renja dan ada Renstra," ucap Kadis Perindag, Karno.

Mantan Asisten III Pemkab ini menyampaikan untuk dapat mempunyai lapak di rest area bukan perkara gampang. Karena sewa pertahun cukup mahal harus ada kajian dan pertimbangan matang untuk mereka. Diakui mereka masih mempelajari apakah memang memungkinkan penggunaan APBD bisa dipakai ditempat itu.

"Infonya ya sekitar 45 juta pertahun kalau nggak salah. Nggak bisa kita campuri mereka (pengelola) karena mereka jugakan kepentingan usaha dan mereka jugakan terstruktur. Kalau kita (untuk sewa) dari APBD masih kita pelajari dan ini juga kita pikirkan. Nanti dikasih sama masyarakat dibilang pilih kasih, kok dia pula yang bisa dapat walaupun kita seleksi. Karena banyak itu UMKM dan IKM kita," kata Karno.

(dra/tribun-medan.com).

Penulis: Indra Gunawan
Editor: heryanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved