Breaking News:

Wali Kota Siantar Sidak Pasar dan Bulog, Cek Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Idul Fitri 1442H

"Stok ada. Tidak ada penimbunan di distributor. Tidak ada panic-buying," terangnya saat diwawancarai wartawan di Perum Bulog Pematangsiantar

Tribun Medan / Alija Magribi
Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah bersama unsur monitoring pengendali inflasi daerah menyidak ketersediaan bahan pokok di Bulog, Selasa (4/5/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah bersama unsur monitoring inflasi dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok di daerah melakukan sidak ke pasar, distributor dan Perum Bulog pada H-8 Idul Fitri 1442 Hijriyah/ Selasa (4/5/2021) siang.

Didampingi Kapolres AKBP Boy Sutan Binanga Siregar dan KPw Bank Indonesia Pematangsiantar Edhi Rahmanto, Hefriansyah mencek satu per satu kebutuhan sembako di Pasar Horas, pasar yang merupakan pusat ekonomi di Siantar.

Hefriansyah menyampaikan, dari sidak yang dilaksanakan, harga dan ketersediaan bahan pokok masih stabil dan bahkan tersedia sampai 4 bulan ke depan. Tak dijumpai penimbunan-penimbunan yang khawatir terjadi saat momen hari besar ini.

"Kita sidak di beberapa tempat; di pasar, Bulog, dan distributor. Untuk harga, Alhamdulillah daging masih stabil. Gula dan terigu turun. Kondisi stok sampai bulan 9 masih terjamin," katanya.

"Stok ada. Tidak ada penimbunan di distributor. Tidak ada panic-buying," terangnya saat diwawancarai wartawan di Perum Bulog Pematangsiantar.

Pemko Pematangsiantar sendiri, telah membuat operasi pasar di 8 Kecamatan dan Kantor Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan. Bila diperlukan, kegiatan ini akan terus dilakukan guna mempertahankan harga-harga kebutuhan pokok ke nilai normal.

"Hasil sidak, kita akan merumuskan langkah lebih lanjut. Bisa dipertimbangkan untuk melakukan operasi pasar di kemudian hari dan mengecek jalur distribusi yang ada. Mudah mudahan apa yang kita khawatirkan tidak terjadi," ujar Sekda Kota Pematangsiantar Zulkifli.

Sementara itu, Kepala Kpw BI Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat menyampaikan untuk kebutuhan Idul Fitri 1442 Hijriyah, Bank Indonesia melayani penukaran pecahan uang baru di 26 titik di Kota Pematangsiantar. Adapun mekanisme penukaran diatur oleh masing-masing bank penyalur.

"Penukaran pecahan ada 26 titik di Siantar. Itu diserahkan ke masing-masing bank bagaimana kebijakannya untuk melayani pecahan tersebut. Ada 20 bank dengan 26 titik. Bisa satu bank dua atau tiga pos layanan. Bank menerapkan strategi sendiri dan batasan jumlah," jelas Edhi.

(Alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved