Breaking News:

BPH Migas Lakukan Peninjauan, Stok BBM Aman Jelang Lebaran

Peninjauan ketersediaan stok ini rutin dilakukan saat mendekati Lebaran dan Tahun Baru.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan peninjauan persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dua titik Fuel Terminal (FT) Belawan dan SPBU Coco jelang Lebaran, Rabu (5/5/2021).

Komite BPH Migas, M Lobo Balia mengungkapkan bahwa peninjauan ketersediaan stok ini rutin dilakukan saat mendekati Lebaran dan Tahun Baru. Kondisi stok BBM di wilayah Sumbagut dapat dikatakan aman.

"Setiap mau Lebaran atau pun Tahun Baru, salah satu tugas kita memastikan bahwa BBM ini sampai ke rakyat. Sekarang kebetulan stop mudik, kita tetap stand by. Tadi kita ke kantor Belawan untuk mengetahui stok ternyata itu aman walau dalam keadaan seperti ini," ungkap Lobo saat meninjau di SPBU Coco. 

Baca juga: Terkait Kenaikan Harga BBM, DPRD Sumut Meradang Pertamina Regional Sumbagut Tak Mau Terbuka

Amatan Tribun, Lobo didampingi Executive General Manager Pertamina Regional Sumbagut Herra Indra W tampak memantau pengisian bahan bakar di SPBU Coco.

Dikatakan Lobo, ketahanan bahan bakar di Sumut mencapai 10 hari untuk pemakaian. Ia juga menjelaskan, jika ada daerah yang kekurangan BBM itu lantaran berkaitan dengan masalah transportasi yang dapat memakan waktu hingga belasan jam.

Namun begitu, ia memastikan BBM tetap dapat tersedia untuk kebutuhan masyarakat terlebih di masa pandemi saat ini.

"Kita di sini punya ketahanan bahan bakar itu minimum 10 hari untuk pemakaian di daerah Sumbagut ini. BBM itu 10 hari aman. Mungkin ada daerah yang kurang sedikit, ya itu biasa lah ya kan. Karena pengangkutan BBM ini ada yang sampai 18 jam yang itu masih menjadi masalah kita, kalau ada BBM yang kurang, karena menunggu datangnya. Tapi BBMnya ada, itu yang paling penting," ujarnya.

Terkait hal ini, Lobo juga meminta kerjasama dari pihak Pertamina untuk dapat tetap siaga menjaga pasokan BBM dapat stabil.

"Kalau pasokan aman. Bahkan kita lagi menunggu 3 kapal bongkar. Pokoknya Region Sumbagut itu sangat kuat sekali, nggak ada yang jadi persoalan. Mungkin yang kita minta perhatian teman-teman Pertamina di sini bagaimana untuk menjaga suplai di Lintas Timur, ini yang perlu dijaga," jelas Lobo.

Tak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 juga turut memberikan pengaruh rata-rata konsumsi BBM. Dikatakan Lobo, Selama Covid-19 ini, stasiun Pertamina dikatakan turun 30 persen.

Ada pun pengurangan ini dapat terlihat di SPBU COCO yang biasanya mencapai 60 Kiloliter untuk konsumsi BBM, kini hanya mampu mencapai 40 Kiloliter per hari.

"SPBU sekarang ini saja rata-rata konsumsi BBM mencapai 60 Kiloliter, sekarang 40 Kiloliter saja karena Covid-19. Nah, kenapa 10 hari kita buat ketahanan bahan bakar, seharusnya bisa lebih karena biasa kita buat itu 15 hari, ini tentu karena masalah Covid ini," ucapnya.

Executive General Manager Pertamina Regional Sumbagut Herra Indra W juga memastikan bahwa untuk stok gas di Sumbagut masih terbilang aman dengan stok mencapai 22 hari.

"Kalau gas kita ada stok untuk 22 hari termasuk floating juga. Kan kita punya terminal besar di Tanjung sehingga dari situ disupply ke terminal kita yang ada di pangkalan susu," ujar Herra.

Terkait pasokan BBM di titik wisata, Pertamina juga sudah melakukan persiapan dengan memberikan stok tambahan prioritas di 12 titik SPBU seperti daerah Brastagi mau Prapat. Herra memastikan kebutuhan pasokan BBM di daerah titik wisata dalam posisi aman.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved