Breaking News:

Larangan Mudik 2021

BREAKING NEWS Bupati Taput Larang Semua Kades dan Perangkat Desa Cuti saat Lebaran

Bupati Taput Nikson Nababan melarang semua kepala desa dan perangkat desa untuk cuti selama libur lebaran tahun ini

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
HO
Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan saat memimpin apel gabungan di Lapangan Tangsi Tarutung, Rabu (5/5/2021). Dalam kesempatan ini Nikson Nababan melarang Kades dan perangkat desa cuti lebaran.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.com,TARUTUNG--Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan meminta semua kepala desa dan perangkat desa untuk tidak cuti selama libur lebaran tahun 2021.

Hal itu juga berlaku bagi petugas Badan Permusyawatan Desa (BPD).

Menurut Nikson, dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 selama libur lebaran dan berkenaan dengan larangan mudik, semua pihak harus siaga. 

"Mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19, keterlibatan pasukan dalam apel kali ini memang sengaja tidak terlalu besar, namun diharapkan sudah mewakili semua unsur yang terlibat dalam operasi sehingga kita dapat menilai kesiapsiagaannya," kata Nikson Nababan saat memimpin apel pasukan Ops Ketupat Toba 2021, di Lapangan Tangsi Tarutung, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Dalam Satu Malam, Lima Rumah di Dua Kecamatan yang Ada di Kabupaten Taput Jadi Abu

Dalam kesempatan itu, Nikson Nababan membacakan 16 poin isi surat edaran yang harus dipatuhi bersama.

Satu diantara isi poin itu menyangkut larangan cuti semua kepala desa dan perangkat desa.

Kemudian, Nikson Nababan juga meminta kepada semua pengusaha untuk membatasi jumlah tamu dan waktu operasional. 

"Optimalkan posko desa, kecamatan dan kabupaten," kata Nikson Nababan membacakan poin kedua surat edaran.

Kemudian, dia juga meminta kepada seluruh ASN, TNI/Polri dan BUMD/BUMN yang ini keluar kota wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis dari pejabat terkait.

Baca juga: Dihempas Angin Puting Beliung, 113 Rumah di Taput Porak-poranda

Surat izin itu, kata Nikson Nababan, harus ditandatangani dengan tanda tangan basah/elektronik. 

Kemudian, soal operasional rumah ibadah, tetap boleh dilanjutkan dengan catatan harus mematuhi protokol kesehatan. 

"Mengizinkan kegiatan sosial seperti pesta adat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sebagaimana diatur dalam kesepakatan forkopimda terdahulu," katanya.

Namun, khusus delapan kecamatan ini, yakni Sipoholon, Tarutung, Siatas Barita, Pahae Julu, Pangaribuan, Garoga, Siborongborong, dan Muara dilarang menggelar pesta adat. 

"Apabila izin pesta sudah terbit tetap dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Pada apel bersama ini, hadir sejumlah pejabat diantaranya Dandim 0210/TU Lelkol Czi Agus Widodo, Wakapolres Jonny Sitompul dan Kajari Taput.(cr3/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved