Breaking News:

Gelapkan Pajak Miliaran Rupiah, Direktur CV Camar Indah Dihukum 3,5 Tahun Penjara

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU, yang semula menuntut terdakwa dengan pidana selama 4 tahun penjara dengan denda dan subsider yang sama.

Gita / Tribun Medan
Sidang vonis direktur CV Camar Indah, Afrizal Sahar Mulya di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (5/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Gelapkan Pajak Hingga Rp 3 Milyar Lebih, direktur CV. Camar Indah, Afrizal Sahar Mulya (44) kini divonis 3 tahun 6 bulan penjara. 

Majelis hakim diketuai Denny Lumbantobing menilai Warga Garu IIB, Medan Amplas ini, terbukti bersalah melanggar Pasal 39 A huruf a UU No 28 Tahun 2007 tentang perubahan ketiga atas UU No 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali terakhir dengan UU No 16 Tahun 2009 Jo pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

"Menjatuhkan terdakwa Afrizal Sahar Mulya oleh karenanya dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan dan denda sebesar 3 x Rp 3.374.403.293 dengan total Rp 10.123.209.879 subsider 8 bulan kurungan," vonis hakim dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (5/5/2021).

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara dibidang perpajakan. "Sedang hal yang meringakan, terdakwa belum pernah dihukum," katanya. 

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU, yang semula menuntut terdakwa dengan pidana selama 4 tahun penjara dengan denda dan subsider yang sama.

Atas putusan ini, penasihat hukum terdakwa menyatakan terima. Sedangkan JPU menyatakan pikir-pikir. 

Mengutip surat dakwaan, pada tahun 2010 terdakwa Afrizal beserta sejumlah rekannya sepakat mendirikan perusahaan yang bergerak di usaha ekspor-impor dengan nama CV Camar Indah.

Selanjutnya, CV Camar Mandiri dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada 8 November 2010.

Adapun berdasarkan Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) yang terdaftar di Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) CV Camar Indah berdasarkan kode yang dimiliki adalah perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak sedangkan faktanya CV Camar Indah, bergerak dalam bidang jasa importir.

Bahwa tugas terdakwa selaku Direktur CV Camar Indah adalah menandatangani dokumen-dokumen yang terkait dengan CV Camar Indah atau yang diterbitkan oleh CV. Camar Indah termasuk dokumen PIB (Pemberitahuan Impor Barang).

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved