Breaking News:

Jelang Larangan Mudik di Sumut

Pimpin Apel Ops Ketupat Toba, Gubernur Edy Rahmayadi: Rakyat Sumut-ku Tren Kasus Covid-19 Meningkat

Gubernur Sumatera Utara memimpin Rapat Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2021 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Tribun-Medan.com/Mustaqim Indra Jaya
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak dan Pangam I BB Mayjen TNI Hasanuddin usai memimpin Apel Gelar Pasulan Operasi Ketupat Toba 2021, Rabu (5/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara memimpin Rapat Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2021 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kegiatan apel dilaksanakan di Lapangan Apron Charlie Lanud Soewondo Medan, Rabu (5/5/2021).

Usai pimpin apel tersebut, Gubernur Edy Rahmayadi mengimbau kepada masyarakat untuk patuh terhadap larangan mudik lebaran dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Terlebih, kasus covid-19 di Sumut mengalami peningkatan. Bila dua hari lalu kasus virus corona berada di angka 50-an, maka per Rabu (5/5/2021) kembali mengalami kenaikan.

"Rakyat Sumut-ku, dengan kondisi setiap ada kegiatan libur bersama itu kasus covid-19 cenderung meningkat sama seperti sekarang ini. Kemarin kita sempat 50-an dua hari lalu. Sekarang sudah 76, berarti tren naik. Rumah sakit juga tren bed-nya naik. Untuk itu rakyat Sumut taati lah, karena sulit dan berbahaya untuk kita semua. Mari kita jaga Sumut yang kita cintai ini," ungkap Edy, Rabu.

Baca juga: H-1 Larangan Mudik Lebaran, Penumpang Bandara Kualanamu Melonjak 30 Persen, Sehari Tembus 12 Ribu

Sementara, selama Operasi Ketupat Toba 2021 pihaknya tidak hanya melakukan penyekatan di perbatasan pintu masuk Sumut saja, tetapi juga di 33 kabupaten/kota dan pusat-pusat keramaian.

"Ada 33 kabupaten dan kota yang akan dilakukan penyekatan. Kami bersama kapolda dan pangdam akan melakukan itu. Sebelum ada perintah pusat sudah kami lakukan. Apalagi ini sudah ada perintah dari pusat, akan kami optimalkan," ucapnya.

Kata Edy, bila tetap ada masyarakat yang nekat melakukan mudik, maka petugas yang disiagakan akan langsung memberikan penindakan.

Baca juga: PEMKO Medan Blak-blakan Alasan Penutupan Kesawan City Walk Bukan karena Edy Rahmayadi

"Sanksi yang diberikan berupa teguran, kegiatan fisik sampai tingkat administrasi. Karena Sumut sudah ada Pergub, untuk kegiatan hukum yang harus kita lakukan," tegas mantan Pangkostrad itu.

Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak menyebutkan dalam Operasi Ketupat Toba 2021 ini pihaknya menurunkan 7.700 personel yang akan ditempatkan di pos-pos penyekatan antarprovinsi dan 73 titik pos penyekatan di kabupaten/kota.

Aparat kepolisian juga akan dibantu 1.200 personel TNI dan 2.700 petugas dari unsur pemerintah daerah.

"Semua kita jaga bersama-sama secara terpadu dengan pemerintah daerah dan unsur TNI untuk memastikan masyarakat tak ada yang melaksanakan mudik sesuai anjuran pemerintah untuk kesehatan kita bersama. Termasuk juga tempat-tempat keramaian, di mal-mal, pasar dan sebagainya. Kita tempatkan personel untuk memastikan ketaatan masyarakat dalam menjalankan imbauan pemerintah, khususnya perjalanan mudik, dan mentaati prokes di tempat keramaian," jelas Panca.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved