Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Polres Samosir Turunkan 100 Personil di 6 Titik Penyekatan Larangan Mudik

Seluruh personil tersebut akan ditempatkan di 6 pos penyekatan. Keenam pos penyekatan tersebut adalah pusat penyeberangan.

IST / Tribun Medan
Pihak Polres Samosir tengah berada di pos penyekatan, Rabu (5/5/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Dalam program pelarangan mudik saat liburan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sejak Kamis (6/5/2021) hingga Senin (17/5/2021), pihak Polres menerjunkan 100 personil.

Seluruh personil tersebut akan ditempatkan di 6 pos penyekatan. Keenam pos penyekatan tersebut adalah pusat penyeberangan.

"Ada 6 pos penyekatan yg kami buat.Pos sekat di penyebrangan Tomok,Ambarita,Simanindo, Sipinggan, Onan Runggu,dan Tele," ujar Kasat Lantas Polres Samosir AKP Syamsul Batubara saat dikonfirmasi Tribunmedan.id pada Rabu (5/5/2021).

"Personil yang terlibat sebanyak 100 orang. 62 personil Pos pengamanan dan Pos penyekatan, 38 Personil yang mengawaki Operasi ketupat Toba 2021 di Samosir," sambungnya.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan pelarangan dan memutar balik para pemudik yang nekat menembus penjagaan.

Pihaknya langsung mengisolasi dan pihak Dinas Kesehatan telah menyediakan test swab PCR di posko tersebut.

"Kita isolasi,kalau perlu kami sediakan juga PCR berbayar di tempat dan itu memang lebih pada urusan Dinas Kesehatan. Dan hal itu hampir enggak mungkin, karena kita juga melakukan penyekatan-penyekatan di daerah lain," lanjutnya.

Sebelumnya, ia mengatakan bahwa Bupati Samosir Vandiko Gultom telah menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa perlunya membawa surat hasil rapid antigen bila ingin bepergian.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam penyekatan tersebut sejumlah pihak pun ikut terlibat proaktif.

"Bupati sudah bilang bahwa yang mau masuk ke Samosir itu ada swab antigen, adanya surat keterangan Kepala Desa. Kalau untuk pos yang kami bikin itu semuanya sudah terpadu. Di sana ada Polisi, TNI, Dishub, Satpol PP, dan ada dari Dinas Kesehatan. sambungnya.

"Tetap kita standby di pos-pos nanti melihat secara langsung bagaimana berjalannya pelarangan mudik pada libur ini," terangnya.

Pendirian posko tersebut telah dilakukan sejak seminggu yang lalu.

"Posko kami sudah berdiri sejak seminggu yang lalu. Dan, besok kami akan menggeser pasukan. Tadi, kami sudah gelar pasukan. Sesuai dengan perintah, esok sampai tanggal 17 atau selama 12 hari, kita melakukan operasi Ketupat 2021 ini," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: M Daniel Effendi Siregar
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved