Breaking News:

Rumah Baca Rambutan Gelar Tadarusan, Setiap Hari Diikuti 20 Anak Usia 4-12 Tahun

Para anak yang kajiannya sudah sampai tingkat Al-Qur’an, maka dijadikan satu kelompok dan dibimbing seorang relawan.

Penulis: Dian Nur Utama Saragih | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/DIAN NUR UTAMA SARAGIH
Rumah Baca Rambutan mengajak anak-anak usia dini tadarusan di saat Ramadan, Selasa (4/5/2021) malam.(TRIBUN MEDAN/DIAN NUR UTAMA SARAGIH) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rumah Baca Rambutan mengadakan Tadarusan usai Salat Tarawih setiap hari selama Ramadan. Tadarusan tersebut dimulai pukul 22.00-00.00 WIB. Relawan Rumah Baca Rambutan memberi batas waktu tersebut dikarenakan mengingat semua yang mengikuti tadarus masih tergolong anak-anak yang berusia 4 - 12 tahun.

 “Siap atau nggak siap kajiannya Tadarus harus diakhiri pukul 00.00 WIB, karena mereka ini kan harus tidur dan hendak sahur juga,” ucap Nanda Fauzy Matondang, Pendiri Rumah Baca Rambutan, Selasa (4/5/2021) malam di Jalan Letda Sujono, Gang Rambutan, Bandar Selamat, Medan Tembung.

Rata-rata jumlah yang mengikuti tadarusan berkisar 15-20 anak setiap harinya. Kegiatan Tadarus di Rumah Baca Rambutan dilakukan secara berkelompok. Para anak yang kajiannya sudah sampai tingkat Al-Qur’an, maka dijadikan satu kelompok dan dibimbing seorang relawan.

Begitu pula yang diterapkan untuk tingkat Iqra’, dari dua kelompok tersebut, masing-masing dibagi lagi, yaitu kelompok laki-laki dan perempuan, sehingga totalnya menjadi empat kelompok Tadarus.

Baca juga: Momen Mantan Pengedar Sabu Mengajar Ngaji di saat Ramadan, Ajak Para Napi Berlomba Khatam Al Quran

Pembimbing tiap kelompok Tadarus adalah orang yang melakukan tugasnya secara sukarela. Mereka (pembimbing Tadarus) adalah para remaja dan orang dewasa yang tinggal di sekitar Rumah Baca Rambutan.

 “Namanya juga sukarela, kadang hari ini dia ngajar, besok belum tentu bisa, mungkin karena ada kegiatannya yang lain” imbuh Nanda.

Saat ini, sekitar 7 relawan yang konsisten terlibat selama kegiatan Ramadan di Rumah Baca Rambutan, terdiri dari tiga perempuan dan empat laki-laki.

Para anak yang hendak mengikuti Tadarusan di rumah baca ini tidaklah ada pungutan biaya. Justru sebaliknya, para relawan menyediakan aneka makanan ringan ditambah dengan minuman yang bisa dinikmati anak-anak sambil bertadarus.

Al-Qur’an dan Iqra’ yang digunakan saat Tadarus pun merupakan inventaris Rumah Baca Rambutan, yang berasal dari donatur yang telah memberikannya jauh hari sebelum Ramadan ini.

Ada pun latar belakang diadakannya tadarusan ini sebab para anak kecil dilarang Tadarus di masjid yang berdekatan dengan Rumah Baca Rambutan, karena dianggap membuat keributan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved