Breaking News:

Ramadan 2021

Setelah Bangun Tidur atau Sepertiga Malam, Inilah Keutamaan dan Waktu yang Afdal Melaksanakan Itikaf

Dengan makna lain i'tikaf juga berarti berhenti atau diam di dalam masjid dengan niat semata untuk beribadah kepada Allah SWT.

ISTIMEWA/Ikhtisar Islami
Ilustrasi Itikaf - Setelah Bangun Tidur atau Sepertiga Malam, Inilah Keutamaan dan Waktu yang Afdal Melaksanakan Itikaf 

TRIBUN-MEDAN.com - Itikaf sebagai satu amalan sunah di bulan suci Ramadhan 1442 H yang sangat diutamakan untuk di kerjakan di sepuluh terakhir Ramadan, atau lebih khususnya pada malam-malam ganjil 10 akhir Ramadan

Ustaz H M Kurnia Lc MA, Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung menjelaskan I'tikaf adalah salah satu amalan sunnah di bulan suci Ramadan karena telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shollallohu' alaihi wa sallam.

Sebagaimana dalam sebuah riwayat yang disampaikan Ummul Mukminin Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Beliau berkata;

كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

Artinya; “Biasanya (Nabi Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam) beri'tikaf pada sepuluh malam akhir Ramadan sampai Allah wafatkan Beliau." (H.R. Bukhori & Muslim)

Baca juga: Dibaca Sholat Subuh & Magrib, Sebelum Ramadan 2021 Pergi, Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan 1442 H

Baca juga: Malam Lailatul Qadar, Amalan Diutamakan 10 Hari Terakhir Ramadhan| Jawaban Rasulullah SAW Syarat Doa

Ilustrasi. (NET)
Ilustrasi. (NET) (NET)

I’tikaf secara bahasa adalah menetap pada sesuatu dan menahan jiwa untuknya. Sedangkan secara istilah, itikaf adalah tinggalnya seorang muslim yang mumayyiz di dalam masjid dalam rangka melakukan ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla.

Dengan makna lain itikaf juga berarti berhenti atau diam di dalam masjid dengan niat semata untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dikatakan Ustaz Kurnia, tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di kalangan para ulama mengenai tempat yang paling afdhal untuk beri'tikaf yaitu di masjid atau di musholla (tempat yang digunakan untuk sholat sehari-hari).

Namun ada pendapat menurut pandangan madzhab Imam Hanafi bahwa diperbolehkan untuk beri'tikaf di musholla al-bait, atau tempat sholat yang ada di rumah (khususnya ini berlaku untuk perempuan)

sebagai langkah antisipasi terjadinya fitnah dan mudharat saat perempuan berada di luar rumah yang termaktub di dalam kitab al-Fiqhu al-Islaami Wa Adillatuhu, karya ulama yang bernama Wahbah al-Zuhayli.

Halaman
1234
Editor: Azis Husein Hasibuan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved