Breaking News:

Sosok dan Karir Henri Alfiandi di TNI AU, Ternyata Disegani Militer Dunia dalam Pertahanan Udara

Kapten Henri Alfiandi, kini berpangkat Marsekal Madya (Marsdya), bintang tiga, pada Februari 2021 lalu dilantik sebagai Kepala Badan SAR Nasional.

Editor: Abdi Tumanggor
Kolase Tribun-medan.com/Tribunnews.com
Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya Henri Alfiandi 

Misi Hawk dikoordinasikan menggunakan Ground Control Interception (GCI), melalui unit radar di Kupang yang dikomandoi oleh Mayor Lek Haposan.

Haposan-lah yang memberi tahu Azhar bahwa dua pesawat tak dikenal telah melintasi batas FIR Darwin pada ketinggian 8.000 kaki dan kecepatan 160 knot.

Menurut keterangan itu, operator radar kemudian meminta pemeriksaan penerbangan Hawk yang diduga helikopter, menuju Dili, ibu kota Timor Leste.

Henri meminta Azhar untuk menggunakan radarnya dan memverifikasi kecepatan kontak.

Hal itu karena dan kursi tunggal Hawk Mk 209 yang dibawa Azhar memiliki set pulse-Doppler AN / APG-66H, mirip dengan radar yang ditemukan pada F-16A / B, sedangkan dua kursi yang dinaiki Henri tidak memiliki radar

Azhar sang pemimpin penerbangan pun melaporkan bahwa kontak tersebut bergerak dengan kecepatan 150 knot, kemudian mencatat bahwa angka tersebut terus meningkat… 160, 170, 200 knot.

Pesawat tak dikenal itu selanjutnya berada pada jarak sekitar 80 mil dari Hawks.

“Mengetahui hal itu, saya langsung terbang tinggi dan mengambil posisi dogfight untuk melindungi Azhar karena saya tidak memiliki radar,” kenang Henri.

Kedua Hawk kemudian naik ke ketinggian 28.000 kaki, dan saat itulah jelas bahwabukan helikopter, melainkan jet tempur yang mendekat kepada mereka.

Pemimpin penerbangan memilih mode tempur untuk radarnya dan kemudian para pejuang tak dikenal itu berbalik langsung menuju Indonesian Hawks.

Saat kontak datang ke arah mereka, Henri menjelaskan bahwa Azhar mengidentifikasi mereka, meneriakkan “Hornet” melalui radio.

Sepasang RAAF F / A-18A / B Hornet diduga terbang dari RAAF Tindal, sebuah pangkalan di Northern Territory, di mana kehadiran pasukan tambahan RAAF dimaksudkan untuk mencegah Jakarta memulai eskalasi militer di Timor Timur.

Asops KSAU Marsda <a href='https://medan.tribunnews.com/tag/henri-alfiandi' title='Henri Alfiandi'>Henri Alfiandi</a> 2 Jam Cari Korban dan Serpihan Sriwijaya Air SJ-182 Lewat Udara

SOSOK Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi yang kini menjabat Kepala Badan SAR Nasional sejak Februari 2021, bersimbah keringat usai mencari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan menggunakan Helikopter EC-725 Caracal/Lusius Genik. Tribunnews.com/ Lusius Genik

Menurut Henri, Azhar mengunci setidaknya satu F / A-18 sebelum Henri memperingatkannya, "Kami belum menyatakan perang!".

Namun, saat itu tampaknya Hornets tidak memasuki wilayah udara Indonesia.

Kemudian Hornets berbelok kembali ke selatan menuju FIR Darwin sementara pasangan Hawk kembali ke Kupang, pertempuran pun tak terjadi.

Namun itu bukan satu-satunya pertemuan Hornets dan Hawk.

Begitu mendarat, Henri mengatakan dia memerintahkan awak darat di Kupang untuk menyiapkan Hawk Mk 209 yang dilengkapi radar untuk penerbangan lain, juga meminta pengisian bahan bakar.

Henri pun mengudara lagi, mengklaim dia segera memilih radar, tetapi ternyata itu tidak berfungsi.

Dia menghubungkan hal itu dengan tindakan penanggulangan elektronik yang jauh lebih canggih di Australian Hornet.

Dikatakan, para pejuang Australia telah mendekati dalam jarak 20 mil dari jet Henri, ketika operator GCI yang tegang di Kupang meneriakkan instruksi kepadanya.

Saat itu, Henri justru menyadari bahwa tangki drop Hawk-nya tidak menyalurkan bahan bakar dengan benar, sehingga mengganggu pusat gravitasi jet dan memengaruhi penanganannya.

Sekali lagi, pertemuan mematikan antara Hawk dan Hornet dibatalkan, kali ini sebelum Henri melakukan kontak visual dengan jet Australia.

Henri kembali lagi ke Kupang, dan selama tiga hari berikutnya pilot Indonesian Hawk tetap waspada.

Asops Kasau optimistis Tim SAR akan temukan badan pesawat Sriwijaya -  ANTARA News

Sosok Henri Alfiandi 

Kapten Henri Alfiandi, kini berpangkat Marsekal Madya (Marsdya), bintang tiga, pada Februari 2021 lalu dilantik sebagai Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Republik Indonesia.

Hendri menggantikan Marsdya TNI Bagus Puruhito.

Pelantikan dilakukan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada Kamis (4/2/2021).

Pergantian ini dilakukan karena Marsdya TNI Bagus Puruhito memasuki masa purnabakti.

Sebelum diangkat menjadi Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas), Henri menjabat Asisten Operasi (Aspos) Kepala Staf Angkatan Udara (Asops KSAU) sejak 26 Mei 2020.

Dikutip dari situs TNI-AU dan wikipedia, Marsda Henri Alfiandi sewaktu kecil tumbuh di lingkungan Angkatan Udara.

Jenderal bintang tiga TNI AU ini lahir di Maospati, Magetan, Jawa Timur, pada 24 Juli 1965.

Ia pertama kali mengenyam pendidikan di SD Angkasa Lanud Iswahjudi Madiun pada 1979.

Kemudian mengawali karier militernya pada 1988 di Akademi Angkatan Udara (AAU).

Setelah tamat AAU, melanjutkan pendidikan Sekkau pada 1997.

Dari situ Henri mengikuti program pendidikan militer Seskoau (2003).

Pada tahun 2007, Henri menempuh pendidikan di Lehrgang Generalstabs/Admiralstabsdienst Mit Internationaler Beteiligung (LGAI) Jerman.

Lalu, mengikuti pendidikan militer The Legion of Merit pada tahun 2012.

Selengkapnya Riwayat Pendidikan Militer Henri Alfiandi:

- AAU (1988).
- Sekkau (1997).
- Seskoau (2003).
- Lehrgang Generalstabs/Admiralstabsdienst Mit Internationaler Beteiligung (LGAI) Germany (2007).
- The Legion Of Merit (2012).
- Sesko TNI (2013).
- US Air War College (Lemhannas) (2015).

  • Pendidikan Kejuruan.

- Sekolah PARA Dasar (1986).
- Penataran P4 (1987).
- Sussarcap Tahap I (1989).
- Comercial Pilot's Licience Course (1990).
- Sekolah Penerbang TNI AU (1990).
- Latihan Dasar Survival (1990).
- Transisi A-4 Skyhawk (1991).
- Sekolah Terbang Layang (1992).
- Element Lead Course A-4 (1993).
- FSO Course Bangladesh (1994).
- Sekolah Instruktur Penerbang TNI AU (1995).
- Dik Konversi Hawk 100/200 (1997).
- HAWK 100/200 IP CRS (1998).
- Combine Weapon Instructur Course (1999).
- SUS TARDAN (2003).
- Deutsch Sprache (Jerman) (2006).
- Sus Opsgab TNI (2007).
- Sus Intel Strat (2008).
- Sus Athan RI (2009).

  • Tanda Pangkat

26—07—1988: Letnan Dua
01—04—1992: Letnan Satu
01—10—1994: Kapten
01—10—1999: Mayor
01—10—2003: Letnan Kolonel
01—10—2008: Kolonel
20—08—2015: Marsekal Pertama TNI
24—09—2018: Marsekal Muda TNI
04—02—2021: Marsekal Madya TNI

  • Riwayat Jabatan

26—07—1988: Pa Dp Gubenur AAU
01—05—1990: Pa Anggota Skadud 11 Lanud Hasanudin
01—04—1995: Danflight Ops "A" Skadud 12 Lanud Pekanbaru
01—07—1995: Dan Flight Ops A Skadud 11 Lanud Hasanudin
01—06—1996: Pa Instruktur Penerbang Lanud Adi Sutjipto
06—07—1997: Pa Pok Instruktur Skadud 12 Lanud Pekanbaru
21—05—1999: Kadisops Skadud 12 Lanud Pbr Wing 6 Lanud Pekanbaru
29—11—2002: Danskadud 12 Wing 6 Lanud Pekanbaru
25—08—2004: Kadisops Lanud Pekanbaru
21—11—2005: Pamen Lanud Pbr (Dik Sesko Banding Jerman)
14—05—2007: Dostun Gol VII Seskoau
20—09—2007: Dostun Gol IV Seskoau
29—05—2009: Pamen Mabes TNI (Untuk Atud RI di Washington DC USA)
10—05—2010: Atase Udara RI KBRI USA
12—09—2011: Pamen Bais TNI
24—09—2012: Paban I/Renstra Srenaau
30—11—2012: Pamen Sopsau (Dik Sesko TNI)
24—09—2013: Paban III/Intelud Spamau
29—08—2014: Pamen Spamau (Dik Lemhannas USA)
25—07—2015: Danlanud Roesmin Noerjadin
25—04—2017: Kas Koopsau I[3]
24—09—2018: Pangkoopsau II[4]
14—08—2019: Danseskoau
26—05—2020: Asops Kasau
04—02—2021: Kepala BASARNAS

  • Riwayat Penugasan

- Penugasan ELANG INDOPURA VIII, IX, XI
- Penugasan SIMULATOR A-4 DI SINGPURA (1991)
- Penugasan FWG ELANG IDOPURA VIII (1993)
- Penugasan SEMINAR HAWK USER GROUP, MALAYSIA (1998)
- Penugasan SEMINAR HAWK USER GROUP, FINLANDIA (2003)
- Penghargaan[sunting | sunting sumber]
- Tanda Kehormatan[sunting | sunting sumber]
- Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama (2019)
- Bintang Yudha Dharma Nararya
- Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya
- SL. Kesetiaan XXIV Tahun
- SL. Kesetiaan XVI Tahun
- SL. Kesetiaan VIII Tahun
- SL. GOM VII (Aceh)
- SL. Wira Dharma
- SL. Seroja
- SL. Dwidya Sistha

  • Brevet (pelatihan khusus AU)

- Brevet Driver TNI AU
- Wing Penerbang TNI AU
- Brevet Para TNI AU
- Brevet Komando Paskhas
- RSAF Wing (Singapura) (2019)
- Pin US AWC (Lemhannas)

(*/tribun-medan.com/ Intisari)

Baca juga: INILAH Daftar Gaji TNI AU dari Urutan Pangkat hingga Tunjangan yang Bisa Mencapai Puluhan Juta

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Langsung Papua Sore Ini, Jangan Ada Rasa Takut Bagi Masyarakat Papua

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved