Breaking News:

Nikmati Panganan Menu Berbuka Puasa Khas Aceh Racikan Bu Rosmalina, Terkenal Sejak Tahun 2005

Hampir semua bumbu kuliner racikan Lina didatangkan langsung dari Aceh untuk menjaga cita rasa yang khas.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI Bubur Pedas Bu Rosmalina yang telah berdiri selama 15 tahun. Kuliner berbuka bu Rosmalina ini terletak di pelataran Setiabudi Salon, Medan, Rabu (29/4/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Saat bulan Ramadan, masyarakat begitu antusias untuk berburu aneka jajanan yang mungkin hanya ada di momen tertentu.

Tak hanya panganan umum seperti gorengan ataupun aneka kue basah yang tak pernah absen, namun ada satu tempat yang spesial menyajikan panganan berbuka khas Aceh, yaitu Kanji Rumbi Bu Rosmalina.

Aneka panganan khas Aceh ini hanya ada saat di bulan Ramadan dengan berjualan tepat di Salon Setia Budi milik Rosmalina yang terletak di Jalan Setia Budi No.203 F, Tj. Rejo, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan.

Baca juga: Hampir Sah Suami Istri, Pengantin Wanita Batalkan Pernikahan karena Mempelai Pria tak Tahu Perkalian

Kelahiran Aceh Tamiang, Rosmalina sudah membuka usaha kuliner berbuka puasa ini sejak tahun 2005 yang hanya dibuka saat bukan Ramadan untuk menu khas Aceh dan Melayu.

DOKUMENTASI Bubur Pedas Bu Rosmalina yang telah berdiri selama 15 tahun. Kuliner berbuka bu Rosmalina ini terletak di pelataran Setiabudi Salon, Medan, Rabu (29/4/2020).
DOKUMENTASI Bubur Pedas Bu Rosmalina yang telah berdiri selama 15 tahun. Kuliner berbuka bu Rosmalina ini terletak di pelataran Setiabudi Salon, Medan, Rabu (29/4/2020). (TRIBUN MEDAN/HO)

Baca juga: Hampir Sah Suami Istri, Pengantin Wanita Batalkan Pernikahan karena Mempelai Pria tak Tahu Perkalian

"Ciri khas jajanan untuk buka puasa ini yaitu bubur pedas dan bubur Kanji Rumbi yang merupakan ciri khas Melayu dan Aceh yang kita jual. Untuk harga perbungkusnya kita jual Rp 15 ribu, tapi yang lainnya rata-rata dengan harga Rp 13 ribu," ungkap Rosmalina, Rabu (5/5/2021).

Rosmalina mengakui bahwa bubur pedas yang menjadi primadona dalam menu usaha kuliner miliknya.

"Kami buka setelah selesai masak di Zuhur, jam 2 kami sudah di tempat. Sebelum azan Ashar Alhamdulillah bubur pedasnya sudah habis," ujar Lina.

Menariknya, hampir semua bumbu kuliner racikan Lina didatangkan langsung dari Aceh untuk menjaga cita rasa yang khas.

Hal ini ia lakukan lantaran tak semua bahan dapat ia dapatkan dengan mudah di Medan.

"Di bubur pedas ini ada 44 bahan rempah-rempat terutama dari berasnya sendiri. Nah untuk rempah-rempahnya ini seperti daun Sikentut, daun Buas-buas, dan daun Tapak Leman yang kebetulan tidak ada di Medan jadi semua bahan-bahannya ini saya kirim dari Aceh Tamiang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved