Breaking News:

Optimistis Pariwisata Bangkit Tahun Depan, Tourism Malaysia Medan Gelar Sesi Bersama Media

Hishamuddin menuturkan bahwa saat ini hanya perawatan medis yang boleh melakukan perjalanan ke Malaysia

Tribun Medan
Konsul Pelancongan Malaysia atau Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa saat menyampaikan sambutan dalam Sesi Bersama Media di Aryaduta Hotel Medan, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tourism Malaysia Medan menggelar Sesi Bersama Sahabat Media di Aryaduta Hotel Medan, Kamis (6/5/2021). Konsul Pelancongan Malaysia atau Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa mengungkapkan bahwa ini bentuk apresiasi kepada rekan media yang selama ini telah membantu Tourism Malaysia salam mempromosikan pariwisata kepada masyarakat luas.

"Terima kasih teman media yang mempromosikan Malaysia walau pandemi masih berlangsung. Tanpa media promosi pariwisata tidak berlaku. Teman media memainkan peranan dan penyokong menjadikan acara wisata bisa diketahui segenap lapisan melalui radio, media cetak, TV, dan sebagainya," ungkap Hishamuddin.

Dikatakan Hishamuddin, walau pun saat ini kondisi pariwisata Malaysia belum stabil namun media khususnya di Kota Medan terus mendukung dalam mempromosikan pariwisata Malaysia.

Baca juga: TERBARU Varian Covid-19 India Menyebar ke Malaysia dan Indonesia, Terdeteksi di Jakarta dan Bali

"Walau pun mempromosikan Malaysia saat jni terbatas dengan acara webinar, tapi kepada teman-teman media yang ada di Medan, Banda Aceh, Riau, dan Lampung rata-rata menyokong untuk mempromosikan Malaysia dan memberikan impact positif kita juga dalam industri pelancongan domestik di Indonesia," ujarnya.

Diakui Hishamuddin, saat ini Malaysia belum dapat membuka gerbang pariwisata lantaran pandemi belum menunjukkan angka penurunan yang signifikan.

Namun begitu, Hishamuddin menuturkan bahwa saat ini hanya perawatan medis yang boleh melakukan perjalanan ke Malaysia.

"Malaysia saat ini belum bisa masuk kecuali perawatan medis melalui Jakarta, Medan, dan Batam yang disewa secara charter dan mematuhi SOP seperti pcr tiga kali dan harus ada pengiring. Kita bekerjasama dengan satu maskapai di Pekanbaru dengan membuat 10 kali penerbangan membawa pasien masuk ke Malaysia," jelasnya.

Lanjutnya, Hishamuddin tak menyangkal bahwa industri pariwisata begitu terpuruk saat pandemi. Namun, ia tak ingin pariwisata mati begitu saja. Dikatakannya, pihak Tourism Malaysia tetap terus memberikan ide-ide agar tetap mempertahankan eksistensi dunia pariwisata Malaysia.

Terkait penerimaan wisatawan mancanegara, Hishamuddin memprediksi Malaysia kembali akan membuka kembali gerbang pariwisata pada Februari atau Maret 2022 dengan ketentuan SOP yang ditetapkan oleh negara tersebut.

"Kalau untuk semua negara, target saya itu Februari atau Maret 2022, tapi kebanyakan negara kita sudah menerima vaksin. Dan saya yakin mulai Juni atau Juli ada perubahan SOP untuk pemasukan negara walau tidak dibuka sepenuhnya. Dari segi keseluruhan Februari 2022 saya perkirakan sudah mulai dibuka," jelasnya.

Tak dapat dipungkiri, Hishamuddin juga banyak belajar dari Indonesia dengan melihat bagaimana Indonesia dapat mampu bertahan dari sektor pariwisata walau di tengah pandemi saat ini.

"Satu tahun lebih kita ditutup. Saya sangat prihatin dengan industri pariwisata bukan hanya di Malaysia tapi di Indonesia. Namun di saat pandemi ini ada yang sangat kreatif dari sektor pariwisatanya. Ini kita ingin mencontoh hal-hal yang baik yang dapat juga kita terapkan di Indonesia," kata Hishamuddin.

Selain itu, Hishamuddin juga telah menyiapkan program sehat bertajuk Gowes Dua Negara pada bulan Mei ini. Ia mengatakan bahwa konsepnya ini akan melakukan olahraga sepeda ke daerah Pematang Johar, Deliserdang.

"Kita ada program di bulan Mei ini Gowes dua negara. Rencananya dari Konsulat Jenderal Malaysia itu kami akan gowes ke Pematang Johar. Jadi kami bawakan wisata sehat supaya dalam keadaan pandemi ini kita selalu jaga kesehatan. Saat ini olahraga yang bagus itu gowes," ujarnya.

Dalam acara ini, Pihak Konsulat Jenderal Malaysia akan bekerjasama dengan Rumah Sakit Institut Jantung Negara (IJN) untuk memberikan informasi kesehatan jantung yang diperlukan saat pandemi seperti ini.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved