Breaking News:

Jasad Tsunami Covid Bergelimpangan, Polisi Ini Lakukan Tugas Mulia bahkan Tunda Pernikahan Putrinya

Putrinya akan menikah pada 7 Mei, tetapi Rakesh Kumar sekarang telah menunda pernikahannya karena dia tidak ingin meninggalkan pekerjaannya.

Editor: Tariden Turnip
ANTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDI
Jasad Tsunami Covid Bergelimpangan, Polisi Ini Lakukan Tugas Mulia bahkan Tunda Pernikahan Putrinya. Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) membawa kayu untuk menyiapkan tiang pemakaman untuk korban penyakit virus corona (COVID-19) selama kremasi massal di krematorium di New Delhi, India, Senin (26/4/2021).(ANTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDI) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tsunami virus corona di India semakin memburuk membuat banyak jasad korban pasien Covid-19 telantar tanpa didampingi kerabatnya saat dikremasi.

Pemandangan jasad pasien Covid-19 telantar di krematorium menjadi hal lumrah meski layanan kremasi sudah bekerja nyaris 24 jam.

Kamis 6 Mei 2021, India mencatat 412.262 kasus Covid-19 baru dengan jumlah kematian mencapai 3.980 orang.

Jumat 7 Mei 2021, India mencatat 414.188 kasus Covid-19 baru, dengan jumlah kematian sedikit menurun menjadi 3.915 orang.

Hingga Jumat 7 Mei 2021, India mencatat total kasus Covid menjadi 21.491.598 kasus dengan total kematian  234.083 orang.

Staf di krematorium Seemapuri di New Delhi baru-baru ini mendirikan beberapa platform pembakaran ekstra di tempat parkir untuk memenuhi permintaan yang mengejutkan, menurut laporan Insider.

"Sebelum pandemi, kami biasa mengkremasi delapan hingga 10 orang sehari. Sekarang, kami mengkremasi 100 hingga 120 sehari,” ujar Jitender Singh Shunty, kepala krematorium Seemapuri, kepada CNN.

Krematorium sangat sibuk, sehingga keluarga yang datang dengan kerabat yang sudah meninggal sekarang diminta untuk mengambil tiket.

Mereka harus bergabung dalam antrean untuk menunggu giliran pembakaran.

Di kota Gurgaon, di negara bagian Haryana utara, staf di krematorium Madanpuri juga mengubah tempat parkir menjadi tempat kremasi sementara pada Senin (3/4/2021), menurut laporan The Times of India.

"Kami hanya memiliki ruang untuk mengkremasi 30 jenazah pada waktu tertentu. Kami terpaksa mendirikan 10 platform di area parkir," kata seorang juru kunci di krematorium kepada surat kabar tersebut.

Di sebuah krematorium besar di negara bagian Gujarat bagian barat, beberapa bagian logam dilaporkan mulai meleleh karena sudah dipakai begitu lama.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved