Breaking News:

News Video

Membandel, Mobil Plat Merah Terobos Pos Penyekatan Arus Mudik

Sebuah mobil plat merah dari Medan dengan nopol BK 9334 J berani terobos pos penyekatan setelah sempat diskusi dengan pihak petugas.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Sebuah mobil plat merah dari Medan dengan nopol BK 9334 J berani terobos pos penyekatan setelah sempat diskusi dengan pihak petugas.

Dari hasil diskusi mereka, dua lelaki yang mengendarai mobil dinas kehutanan Provinsi Sumatera Utara tersebut akhirnya menerobos dan langsung melarikan diri.

Pihak petugas sudah menyuruh kembali dan membawa surat rapid antigen, namun ia tak sanggup memperlihatkannya.

"Persoalannya, ia tidak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19 atau surat antigen. Itu yang kita persoalkan," ujar Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Toba dr Pontas Batubara saat disambangi di lokasi penyekatan di Desa Aek Natolu, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba pada Jumat (7/5/2021).

Dari penuturan Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Toba dr Pontas Batubara menyampaikan bahwa plat merah adalah kendaraan miliki Kehutanan Provinsi Sumatera Utara.

"Dia mengatakan bahwa dari Kehutanan dan membawa nama Leo Sitorus. Kita tidak tahu apa alasannya membawa nama itu," sambungnya.

Dengan melihat kelakuan pengendara plat merah yang dinilai arogan ini, ia berharap agar pemerintah juga taat pada protokol kesehatan (prokes).

"Kita hanya menegakkan peraturan di sini. Mohon, aparat pemerintah mematuhi prokes. Itu saja," terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejak sore sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, pihaknya telah memulangkan 10 kendaraan karena melanggar prokes

"Sepanjang saat ini, ada 10 mobil yang kita pulangkan. Alasannya, ada yang menghadiri pesta meninggal, tugas, dan yang lain-lainlah," tuturnya.

Lebih detail, ia menjelaskan alasan mengapa pengendara mobil berplat merah itu harus dipulangkan atau memutar balik.

"Kita pertanyakan surat, dan rapid antigen ia tidak bisa menunjukkan dan menyatakan ia rombongan, ternyata dan mengatasnamakan kabid atau apa itu tadi di kehutanan," sambungnya.

Hal ini sangat ia sayangkan sebab dalam penyekatan ini pool bus atau angkutan umum tidak diperbolehkan membawa penumpang demi penanggulangan penyebaran Covid-19.

"Yang bersangkutan kabur menuju Balige. Silahkan saja dia berlaku seperti itu. Itu kan menunjukkan arogansi. Sementara, masyarakat kita minta, kita tuntut untuk patuh pada prokes," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved