Breaking News:

News Video

Sebanyak 14.906 Napi di Sumut Akan Terima Remisi Idul Fitri, 60 Orang Langsung Bebas

Sebanyak 14.906 Narapidana (Napi) beragama Islam di Sumatera Utara (Sumut) akan mendapatkan Remisi Idul Fitri 1442 Hijriah.

TRIBUN MEDAN/GITA

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN
- Sebanyak 14.906 Narapidana (Napi) beragama Islam di Sumatera Utara (Sumut) akan mendapatkan Remisi Idul Fitri 1442 Hijriah.

Dari angka tersebut, 60 Napi akan langsung menghirup udara bebas pada 1 Syawal 1442 Hijriah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkuham Sumatera Utara, Imam Suyudi dalam konferensi pers kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (KUSUMA), Jumat (7/5/2021).

"Kanwil Kemenkumham akan memberikan remisi khusus sebagian dan remisi khusus seluruhnya atau bebas kepada 14906 orang Narapidana. Diantaranya 60 orang akan bebas di hari raya Idul Fitri," kata Imam.

Dikatakan Imam, remisi lebaran tahun 2021 memiliki perincian Remisi Khusus (RK I) sebanyak 14.846 orang dan RK II ‎sebanyak 60 orang.

"Mereka akan menerima remisi dengan pemotongan masa tahan dari 15 hari hingga dua bulan," ucapnya.

Imam mengatakan, adapun Narapidana yang mendapatkan remisi berdasarkan regulasi, dimulai dari kriminal umum sebanyak 8.779 orang dan PP 99 tahun 2012 berjumlah 5.491 dan 636 orang berdasarkan PP 28 Tahun 2006.

"Napi berdasarkan peraturan menteri nomor 99 tahun 2012, yang menerima remisi‎ sebanyak 5.491 orang dengan perincian 5.482 orang narkotika, Trafficking 1 orang dan korupsi berjumlah 8 orang," jelas Imam.

Dalam konferensi pers tersebut, Imam juga menyinggung soal jumlah penghuni Lapas dan Rutan se-Sumatera Utara.

Dikatakannya per tertanggal 6 Mei 2021, Napi dan tahanan sudah berjumlah 33.142 orang, padahal kapasitas seharusnya hanya 12.854. Dimana Napi pria berjumlah 24.657 orang dan Napi wanita berjumlah 1.153 orang.

"‎Napi beragama islam berjumlah 28.198 orang," tutur Imam.

Dengan adanya remisi Idul Fitri tersebut, Imam berharap bagi Napi yang akan bebas, agar dapat melakukan aktivitas positif ditengah-tengah masyarakat.

"Saya berharap (mereka) berkelakuan baik. Bagi mereka yang ada di dalam, bagi mereka yang masih menjalani, dan bagi mereka yang bebas agar mereka tidak berhadapan dengan hukum lagi. Dan mereka yang di dalam juga senantiasa mengikuti program pembinaan, mengikuti dan menjaga kondisi keamanan dan ketertiban di dalam lapas," pungkasnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved