Breaking News:

News Video

Sejak Subuh, Gunung Sinabung Kembali Mengalami Peningkatan dan Tercatat Dua Kali Erupsi

Selanjutnya, untuk erupsi kedua pihaknya mencatat terjadi sekira pukul 09.08 WIB pagi tadi. Dirinya mengatakan, pada erupsi kedua ini pihaknya

Sejak Subuh, Gunung Sinabung Kembali Mengalami Peningkatan dan Tercatat Dua Kali Erupsi

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Aktivitas Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, tercatat kembali mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu beberapa jam terakhir, gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini tercatat mengalami dua kali erupsi.

Saat dikonfirmasi, Ketua Tim Pengamat Gunung Sinabung Supriyati Dwi Andreastuti, mengungkapkan jika sampai saat ini pihaknya mencatat erupsi Sinabung sebanyak dua kali. Dirinya mengatakan, untuk erupsi pertama tercatat terjadi sekira pukul 05.01 WIB.

"Kalau dari aktivitas mulai pukul 00.00 WIB ada dua kali letusan. Untuk letusan pertama tercatat terjadi sekira pukul 05.01 WIB," ujar Supriyati, saat ditemui di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Jumat (7/5/2021).

Supriyati menjelaskan, untuk erupsi yang terjadi pertama kali tadi pihaknya tidak dapat mengamati berapa ketinggian kolom abu. Pasalnya, saat subuh tadi Sinabung terpantau tertutup kabut dan posisi sedang turun hujan.

"Kalau untuk yang pertama tidak dapat diamati karena kabut. Tapi dari catatan kita, pada erupsi pertama untuk amplitudo maksimumnya berada di angka 55 mm, dengan durasi selama 210 detik," ungkapnya.

Selanjutnya, untuk erupsi kedua pihaknya mencatat terjadi sekira pukul 09.08 WIB pagi tadi. Dirinya mengatakan, pada erupsi kedua ini pihaknya mencatat ketinggian kolom abu mencapai 2.800 di atas puncak gunung.

"Kalau kita lihat, untuk erupsi kedua ini lebih besar dari erupsi yang kemarin," katanya.

Supriyati menjelaskan, pihaknya memprediksi jika tekanan yang terjadi dari dalam perut Gunung Sinabung pada hari ini lebih besar dari sebelumnya. Sehingga, hal tersebut juga diikuti dengan lebih besar dan tingginya material yang keluar dari dalam perut Gunung Sinabung.

"Kalau penyebabnya, karena suplai magmanya masih menerus. Dan dengan ketinggian kolom abu yang berbeda, tekanannya juga pasti berbeda," ungkapnya.

Lebih lanjut, Supriyati menjelaskan jika aktivitas Sinabung hingga saat ini masih terus fluktuatif sehingga masih berpotensi untuk kembali terjadi erupsi dan awan panas guguran. Dirinya mengatakan, sampai saat ini pihaknya juga masih melihat aktivitas vulkanik dari Gunung Sinabung masih cukup tinggi.

Dengan hal ini, Supriyati kembali mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti rekomendasi dari PVMBG. Dirinya juga meminta kepada masyarakat, agar tidak memasuki zona merah yang telah ditentukan.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: heryanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved