Breaking News:

SOSOK Pahlawan di Tengah Tsunami Covid-19 India, Tunda Pernikahan Putrinya demi Tangani Jasad Covid

Rakesh Kumar mengatakan sejak 13 April 2021, dirinya membakar lebih dari 50 jenazah korban Covid-19 yang tidak didampingi kerabat mendiang.

Editor: Tariden Turnip
AP PHOTO/AMIT SHARMA
SOSOK Pahlawan di Tengah Tsunami Covid-19 India, Tunda Pernikahan Putrinya demi Tangani Jasad Covid. Dalam file foto tanggal 29 April 2021 ini, kerabat menghindari sengatan panas dari beberapa tumpukan kayu pemakaman korban Covid-19 di sebuah krematorium di pinggiran New Delhi, India. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tsunami virus corona di India semakin memburuk membuat banyak jasad korban pasien Covid-19 telantar tanpa didampingi kerabatnya saat dikremasi.

Pemandangan jasad pasien Covid-19 telantar di krematorium menjadi hal lumrah meski layanan kremasi sudah bekerja nyaris 24 jam.

Kamis (6/5/2021), India mencatat 412.262 kasus Covid-19 baru dengan jumlah kematian mencapai 3.980 orang.

Staf di krematorium Seemapuri di New Delhi baru-baru ini mendirikan beberapa platform pembakaran ekstra di tempat parkir untuk memenuhi permintaan yang mengejutkan, menurut laporan Insider.

"Sebelum pandemi, kami biasa mengkremasi delapan hingga 10 orang sehari. Sekarang, kami mengkremasi 100 hingga 120 sehari,” ujar Jitender Singh Shunty, kepala krematorium Seemapuri, kepada CNN.

Krematorium sangat sibuk, sehingga keluarga yang datang dengan kerabat yang sudah meninggal sekarang diminta untuk mengambil tiket.

Mereka harus bergabung dalam antrean untuk menunggu giliran pembakaran.

Di kota Gurgaon, di negara bagian Haryana utara, staf di krematorium Madanpuri juga mengubah tempat parkir menjadi tempat kremasi sementara pada Senin (3/4/2021), menurut laporan The Times of India.

"Kami hanya memiliki ruang untuk mengkremasi 30 jenazah pada waktu tertentu. Kami terpaksa mendirikan 10 platform di area parkir," kata seorang juru kunci di krematorium kepada surat kabar tersebut.

Di sebuah krematorium besar di negara bagian Gujarat bagian barat, beberapa bagian logam dilaporkan mulai meleleh karena sudah dipakai begitu lama.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved