Breaking News:

Penyekatan Mudik di Sumut 2021

Imbas Penyekatan Mudik pada Landainya Okupansi Hotel di Sumut, di Tanah Karo masih Menggeliat

Larangan mudik sudah mulai berjalan sejak tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang menunjukkan adanya penurunan dalam geliat bisnis perhotelan.

Tribun-medan.com/ Kartika Sari
Pegawai Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel saat menunjukkan salah satu kamar hotel dan beragam fasilitas yang ditawarkan, Jumat (12/3/2021). (Tribun-medan.com/ Kartika) 

Masuki Masa Penyekatan Larangan Mudik, PHRI Sumut Sebut Tingkat Hunian Kamar Hotel Masih Landai

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Larangan mudik sudah mulai berjalan sejak tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang menunjukkan adanya penurunan dalam geliat bisnis perhotelan.

Berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Utara (Sumut) tercatat hunian kamar di kota Medan yang hanya sekitar 20 persen.

Suasana Hotel Sinabung Hills Berastagi, Rabu (30/12/2020). Dampak pandemi, okupansi hotel jelang libur tahun baru menurun.
Suasana Hotel Sinabung Hills Berastagi, Rabu (30/12/2020). Dampak pandemi, okupansi hotel jelang libur tahun baru menurun. (Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul)

Terpantau hingga saat ini, belum ada tanda peningkatan pesanan kamar hotel di Kota Medan. 

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Utara (Sumut) mencatat hingga Rabu (5/5/2021) persentase tingkat hunian kamar hotel di Kota Medan hanya sekitar 20 persen.

Ketua PHRI Sumut Denny S. Wardhana mengungkapkan bahwa okupansi (tingkat hunian) hingga hari ini belum ada tanda peningkatan pesanan hotel secara signifikan.

"Okupansi menurun. Hotel kan rata-rata dari awal puasa sampai tanggal lima kemarin masih 20 persenan sementara hari biasa sekitar 30 persen. Salah satunya karena pelarangan mudik. Beberapa hotel di Medan saya tanya, belum ada booking-an hotel," ungkap Denny, Sabtu (8/5/2021).

Denny mengatakan bahwa selain di Kota Medan, penurunan ini juga terjadi di kawasan Danau Toba, di Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, dan Kabupaten Simalungun. 

Denny berpendapat bahwa okupansi hotel di daerah tersebut justru lebih rendah dibandingkan periode normal.

Hal ini karena Kawasan tersebut termasuk kawasan yang jadi fokus penyekatan di Sumut. 

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved