Breaking News:

Kehadiran China di Timor Leste Bikin Australia Kalang Kabut, China Tawarkan Bantu Ini. . .

Krisis di Timor Leste itu pun mendorong diplomasi vaksin China untuk memberi bantuan lebih cepat, mengancam eksistensi Australia.

FACEBOOK MARIANO COSTA
Potret Xanana Gusmao ikut turun langsung membantu korban banjir dan longsor di Dili, Timor Leste, pada Sabtu-Minggu (3-4 April 2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pakar kesehatan mendesak pemerintah Perdana Menteri Australia Scott Morrison untuk mempercepat pengiriman dosis vaksin virus corona ke Timor Leste di tengah krisis yang semakin parah di sana.

Krisis di Timor Leste itu pun mendorong diplomasi vaksin China untuk memberi bantuan lebih cepat, mengancam eksistensi Australia di negara tetangganya.

Timor Leste berada di tengah pertempuran paling serius dengan virus corona. Pada saat yang sama, Timor Leste juga masih dalam pemulihan dari bencana banjir dan tanah longsor bulan lalu.

Melansir The Sydney Morning Herald, Rabu (5/5/2021), batch pertama Australia yang terdiri dari 20.000 vaksin AstraZeneca tiba di Dili dengan penerbangan Qantas pada hari Rabu.

Sumber pemerintah Australia mengkonfirmasi pengiriman berukuran serupa direncanakan setiap dua minggu.

Tetapi dengan kasus baru memuncak pada lebih dari 100 per hari, dua kali lipat dalam dua minggu terakhir dan empat orang meninggal dalam gelombang baru, para ahli kesehatan mendesak Australia untuk mempercepat bantuan vaksin di negara itu.

Pemerintah Australia bulan lalu berjanji untuk mendukung Timor Leste dan negara tetangga lainnya seperti Papua Nugini.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Marise Payne, Menteri Kesehatan Greg Hunt dan Menteri Pembangunan Internasional dan Pasifik Zed Seselja, menegaskan kembali Australia akan mendapatkan stok hingga 6 juta dosis vaksin COVID-19 untuk Pasifik dan Timor-Leste pada tahun 2021 di bawah perjanjian kemitraan dengan UNICEF.

Tetapi dengan Timor Lorosa'e hanya menerima 25.000 dosis melalui COVAX sebelum pengiriman Australia pada hari Rabu, China telah menepati janji dengan 100.000 unit vaksin Sinovac-nya.

Ian Kemish, pakar kebijakan regional dan mantan diplomat senior Australia, mengatakan Australia perlu "berhati-hati tentang upaya China untuk secara oportunis berusaha mendapatkan pengaruh di tetangga dekat kami". Australia harus tetap fokus untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan negara mitra," katanya.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved