Breaking News:

Penyekatan Mudik di Sumut 2021

Wakapolda Sumut Warning Petugas Penyekatan Jangan Coba-coba Loloskan Pemudik

Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto mengultimatum semua penjaga pos penyekatan jangan sekali-kali loloskan pemudik

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa | Editor: Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Waka Polda Sumut Brigjen Dadang Hartanto meminta seluruh personel yang berjaga di pos penyekatan mudik jangan sekali0kali meloloskan pemudik.

Hal itu disampaikan Dadang ketika menggelar rapat bersama pejabat utama Polda Sumut, Sabtu (8/5/2021).

Mantan Kapolrestabes Medan ini ingin penyekatan mudik 2021 di Sumut bisa berjalan sebagaimana mestinya.

"Apabila ditemukan adanya petugas yang terbukti meloloskan pemudik atau pungli, maka akan diberikan sanksi tegas," kata Dadang. 

Baca juga: BREAKING NEWS Tes Urine di Sela Penyekatan Mudik, Sopir Truk Positif Menggunakan Amphetamine

Dia pun mengimbau kepada petugas di pos penyekatan untuk selalu meningkatkan pengawasan dengan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kendaraan yang melintas.

"Jika ada ditemukan kendaraan yang nekat melakukan perjalanan mudik, maka kita akan minta putar balik," sebutnya.

Diketahui, Polda Sumut pada hari kedua Ops Ketupat Toba 2021 memutar balik ratusan kendaraan karena terbukti melaksanakan mudik lebaran

Dari data yang berhasil dihimpun, sebanyak 349 kendaraan yang terdiri dari roda 2 sebanyak 94 kendaraan.

Roda 4 sebanyak 268 kendaraan terdiri dari mobil penumpang 196 unit dan bus 59 unit.

Baca juga: PEMERINTAH TERKESAN INKONSISTEN, Kendaraan Bebas Melintas di Area Penyekatan Mudik pada Malam Hari

"Secara umum hasil pantauan lalulintas kondusif kendaraan-kendaraan yang hendak melewati penyekatan perbatasan wilayah untuk mudik lebaran, secara humanis kita putar balik" katanya.

Dadang mengatakan, petugas di lapangan harus bersikap humanis dalam menyampaikan imbauan untuk tidak mudik atau memutar balik kepada masyarakat.

Kecuali kendaraan yang dibolehkan dalam aturan pemerintah seperti kendaraan perjalanan dinas TNI Polri, perjalanan kedukaan, Ibu Hamil dan kendaraan kepentingan darurat kesehatan.

"Tugas ini bukan hanya Polri tetapi semua stakeholder terkait dalam setiap Pos Pengamanan," pungkas Dadang.(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved