Breaking News:

Konsultasi Ramadan 2021

Bagaimana Hukumnya bila Menghirup Aroma Masakan saat Jalankan Ibadah Puasa? Ini Jawabnya

Bagaimana hukumnya menghirup aroma wewangian ketika sedang berpuasa?. Simak jawaban langsung dari, Sawaluddin Nasution, M.Ag

Tribun-medan.com/ Dian Nur Utama Saragih
Sawaluddin Nasution, M. Ag, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Medan Perjuangan. (Tribun-medan.com/ Dian Nur Utama Saragih) 

TRIBUN-MEDAN.com - Berikut adalah tanya jawab, konsultasi seputar ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya menghirup aroma wewangian ketika sedang berpuasa?

Ilustrasi Doa Puasa Ramadan  -
Ilustrasi Doa Puasa Ramadan - (kolase/People Png/youtube/skakvac)

Jawaban:

Bagi ibu rumah tangga yang sedang memasak, menghirup aroma wewangian makanan tidak bisa dihindari lagi.

Apakah masuknya uap aroma wewangian ke hidung dapat membatalkan puasa? 

Jawabnya, tidak. Karena uap bukan termasuk benda (‘ain).

Sebagaimana dijelaskan Syekh Abd ar-Rahman Ba’alawi pada kitab Bughyah al-Mustarsyidin bahwa: 

Tidak membatalkan puasa sampainya angin dengan indra pencium, begitu juga menghirup angin atau asap melalui mulut (tidak membatalkan puasa) seperti aroma kemenyan atau lainnya pada rongga yang tembus pencernaan walaupun disengaja, karena bukan merupakan ‘ain (benda), dikecualikan hal yang ada ‘ainnya seperti asap rokok (tembakau) yang dapat membatalkan puasa karena termasuk katagori memasukkan ‘ain (nikotin dan zat berbahaya lainnya).

Syekh al-Isam Zakariya al-Anshari menyebutkan dalam Fathul Wahhab bahwa puasa itu: adalah Meninggalkan sampainya ‘ain (benda). – tidak termasuk aroma atau rasa sesuatu yang dhahir (bukan datang dari dalam badan) – ke dalam lubang yang terbuka. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved