Breaking News:

Gara-gara Australia Bingung Mengangkat Bangkai KRI Nanggala-402, Akhirnya China Turun Tangan

Sebelumnya Negara tetangga Singapura membantu Indonesia mencari keberadaan KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali.

Editor: Abdi Tumanggor
FACEBOOK
Kapal China. 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Sebelumnya Negara tetangga Singapura membantu Indonesia mencari keberadaan KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali.

Dengan kapal canggihnya, MV Swift Rescue turun ke dasar laut, menemukan KRI Nanggala 402 tenggelam. Dari foto terekam sudah pecah menjadi 3 bagian.

Kini, TNI Angkatan Laut pun masih mendiskusikan cara mengangkat kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di kedalaman 838 meter.

Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan Jerman itu memiliki berat 1.400 ton.

Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda TNI Muhammad Ali mengatakan cara pengangkatan kapal dilakukan berdasarkan titik kedalaman tenggelamnya kapal selam.

Tingkat kedalaman tersebut, kata Ali, juga mempengaruhi tingkat kesulitan pengangkatan kapal.

Kapal penyelamat kapal selam milik AL Singapura MV Swift Rescue dikerahkan untuk membantu pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala 402
Kapal penyelamat kapal selam milik AL Singapura MV Swift Rescue dikerahkan untuk membantu pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala 402 (twitter@Ng_Eng_He)

Baca juga: Kehadiran China di Timor Leste Bikin Australia Kalang Kabut, China Tawarkan Bantu Ini. . .

Baca juga: FOTO-FOTO di China Liburan dan Gelar Konser Musik, Pariwisata Domestik Meningkat, Ekonomi Tumbuh

"Rencana kita masih kita diskusikan bagaimana caranya mengangkat. Karena kedalamannya ini tidak dangkal. Ini termasuk yang dalam. Lebih dalam dari kejadian kapal selam Argentina San Juan. Ini 838 meter," kata Ali saat konferensi pers di Mabes TNI AL Cilangkap Jakarta Timur pada Selasa (27/4/2021) lalu.

Rencana Indonesia untuk mengangkat KRI Naggala-402 dari kedalaman 838 meter membuat pakar kapal selam Australia kebingungan.

Frank Owen, pakar sekaligus sekretaris Institut Kapal Selam Australia mengatakan bahwa itu menyulitkan.

"Mengangkat kapal selam adalah prestasi logistik yang sangat sangat signifikan," kata Owen, dikutip dari ABC, Selasa (27/4/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved